by

Khabib Soal Gaethje: Dia Menghabisi Banyak Petarung Hebat

Khabib Nurmagomedov menaruh respek kepada Justin Gaethje jelang pertarungan di UFC 254, Minggu (25/10) dini hari WIB. Khabib mengatakan Gaethje telah mengalahkan banyak petarung hebat.
Khabib datang ke pertarungan dengan status juara kelas ringan UFC 254. Petarung asal Rusia itu akan mempertaruhkan sabuk juara kelas ringan melawan Gaethje.
Khabib telah dua kali mempertahankan gelar. Momen itu terjadi saat mengalahkan Conor McGregor di UFC 229 dan Dustin Poirier di UFC 242.
Khabib kali ini akan dapat tantangan berat dari Gaethje. Gaethje jadi lawan Khabib usai mengalahkan salah satu petarung hebat lainnya, Tony Ferguson lewat TKO ronde lima di UFC 249.
“Dia menghabisi banyak lawan, banyak petarung hebat-dan dia menghabisi mereka semua,” ujar Khabib seperti dilansir MMAJunkie.
“Dia juara yang hebat di organisasi yang berbeda sebelum UFC. Saat ini, dia juara interim. Dia mengalahkan Tony Ferguson. Saya pikir mengalahkan seorang petarung seperti Gaethje akan jadi besar untuk peninggalan saya,” ia melanjutkan.
Khabib hingga kini masih berstatus petarung tidak terkalahkan. Pria kelahiran Dagestan, Rusia itu mengukir rekor impresif dengan menyapu bersih 28 pertarungan dengan kemenangan.
Dari 28 kemenangan itu, delapan berakhir dengan kemenangan KO/TK0. Sedangkan 10 pertarungan lainnya dimenangi dengan submission.
Khabib terakhir kali bertarung di UFC saat pertarungan mempertahankan gelar 7 September 2019. Ia mengalahkan Poirier lewat submission di ronde tiga.
Khabib, Bintang Paling Disayang UFC Saat Ini
Khabib Nurmagomedov menjelma jadi bintang paling disayang oleh UFC saat ini setelah perjalanan panjang yang ia lakukan untuk mencapai ke puncak.
UFC terus berkembang sebagai salah satu promotor pertarungan yang terkenal di dunia olahraga. Di bawah bendera UFC, laga mixed martial arts makin menarik untuk disaksikan.
Sejak berdiri pada 1993, UFC terus melahirkan bintang-bintang yang jadi daya tarik mulai dari Royce Gracie, Ken Shamrock, Anderson Silva, Georges St-Pierre, Ronda Rousey, dan Conor McGregor.
Saat McGregor melejit, popularitas UFC menyebar ke seluruh dunia. Sosok McGregor memiliki nilai jual tinggi dan menarik untuk ditawarkan. McGregor berhasil membawa UFC menembus batas-batas yang ada sebelumnya.
Ketika McGregor ada di puncak popularitas, UFC begitu memberikan kelonggaran. UFC bahkan membiarkan McGregor bertarung tinju dan kembali ke UFC dengan langsung mendapatkan duel perebutan gelar lawan Khabib.
UFC tak mau kehilangan sosok McGregor begitu saja karena itu bakal berdampak besar pada finansial mereka.
Kemunculan Khabib
Saat McGregor kalah dari Khabib di UFC 229, UFC ternyata tak perlu khawatir bakal kehilangan bintang utama.
Khabib sukses menjelma jadi bintang utama yang baru. Kemenangan atas McGregor seolah mengesahkan status bintang utama UFC jatuh ke tangan Khabib.
Khabib punya rekor sempurna di MMA, belum terkalahkan, dan dikenal sebagai petarung yang agamais.
Nilai-nilai itu berbeda dengan McGregor sehingga Khabib punya karakteristik tersendiri yang membuatnya unik dan layak berada di puncak.
Selain kemampuan teknik yang hebat di octagon, tak dimungkiri kemenangan atas McGregor membuat nama Khabib menjulang tinggi. Jelang UFC 229, McGregor memanaskan suasana dengan mengejek seluruh aspek dalam diri Khabib.
Ejekan-ejekan tersebut membuat Khabib makin dilirik dan akhirnya dielu-elukan ketika menang dengan mutlak lewat submission. Kemenangan yang sukses membungkam McGregor dan pendukung-pendukung fanatiknya selama ini.
Menikmati Keistimewaan
Setelah jadi bintang utama UFC, Khabib lalu menikmati keistimewaan status tersebut dalam dua tahun terakhir.
Saat Khabib ingin bertarung dan didampingi sang ayah, Abdulmanap Nurmagomedov, UFC akhirnya bersedia menggelar duel UFC 242 lawan Dustin Poirier di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sebelumnya, Abdulmanap tidak bisa mendampingi Khabib bertarung di Amerika Serikat karena permasalahan izin masuk.
Ketika Khabib memutuskan menarik diri dari UFC 249 lawan Tony Ferguson, Khabib tidak mendapatkan hukuman gelarnya dicabut. Dana White tak melakukan hal itu.
White memilih menggelar pertarungan Tony Ferguson vs Justin Gaethje untuk memperebutkan sabuk interim kelas ringan. Pemenang duel tersebut juga mendapatkan hak melawan Khabib.
Saat sang ayah meninggal, UFC juga memberikan kelonggaran pada Khabib untuk menjalani masa berduka sebelum membicarakan duel lawan Gaethje.
Khabib bahkan dengan leluasa menegaskan bahwa ia tak mau lagi rematch melawan Conor McGregor meski duel tersebut punya potensi keuntungan besar untuk UFC.
Khabib juga sejauh ini ngotot ingin menghadapi Georges St-Pierre yang sudah pensiun. Duel ini sendiri kemungkinan bisa berbuah fatal bagi UFC bila GSP yang menang karena citra Khabib menjadi luntur dan mereka kehilangan bintang utama dari legenda yang sudah pensiun. (INT)

Comment