by

Khawatir Warga Pasir Putih “Ngamuk”

BURU-BKA, Anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan, La Ode Ariudin, khawatir warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Kepala Madan, mengamuk karena resah terhadap PLN.

Keresahan itu disebabkan, sudah dua tahun PLN mendirikan tiang listrik lengkap dengan kabel di Desa Pasir Putih, namun sampai sekarang 578 rumah dari 617 kepala keluarga (KK) belum dialiri listrik.

Sekertaris Komisi II DPRD Kabupaten Buru Selatan itu mengatakan, jika persoalan sambungan kabel ke Pulau Pasir Putih tidak diselesaikan dalam waktu dekat, maka tidak menutup kemungkinan akan ada amukan masyarakat.

Baca juga:
DPRD Siap Kawal Aliran Listrik Masuk Pasir Putih

“Kalau persoalan ini tidak di tanggapi oleh pihak PLN dalam hal ini Wilayah IX yaitu Provinsi Maluku dan Maluku Utara, jangan sampai ada kemungkinan yang terjadi nanti, kita hanya khawatir jangan sampai ada amukan masyarakat disana, lalu kemudian orang cabut tiang listrik atau bakar kabel-kabel disana. Hal itu bisa terjadi kalau tidak ditanggapi oleh pihak PLN,” ujar Ariudi, kepada BeritaKota Ambon, di Namlea, Jumat (6/8).

Untuk itu, wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Buru Selatan tersebut meminta, pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara agar segera merespon permintaan masyarakat.

“Mereka (PLN Wilayah IX Maluku-Maluku Utara) sampaikan, bahwa akan dibangun sekitar Oktober 2020. Namun sampai saat ini juga, apa yang dikatakan pihak PLN wilayah tidak terealisasi. Oleh sebabnya, kita dari DPRD Buru Selatan bisa atur waktu untuk kesana, dengan maksud untuk mengkonsultasikan ulang terkait persoalan itu,” kata Ariudin.

Dewan muda asal Desa Pasir Putih itu mengungkapkan, sebenarnya pengadaan aliran listrik di Desa Pasir Putih sepaket dengan Desa Air Ternate. Saat ini Desa Air Ternate telah dialiri listrik, tapi Desa Pasir Putih belum.

“Tetapi hari ini kan Desa Pasir Putih sudah manyala, sementara di Desa Pasir Putih kan belum. Kami tidak tahu kendalanya apa. Ini menjadi tanggung jawab pihak PLN, karena mereka sudah bangun tiang dan kabelnya di dalam desa, tapi aliran listriknya belum jalan,” tuturnya.

Saat ini, tambahnya, yang harus dipikirkan pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, yakni, bagaimana carannya listrik masuk ke Desa Pasir Putih.(MSR)

Comment