by

KI Sebagai Kunci Bangun Ekonomi Kreatif

Ambon, BKA- Ide kreatif yang dimiliki masyarakat merupakan sumber daya tanpa batas, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk menggerakan roda ekonomi daerah.

Maluku merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak talenta di sektor industri kreatif. Sehingga hal tersebut harus dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi masyarakat dan daerah.

Namun berbagai ide kreatif tersebut perlu dilindungi oleh negara, dalam bentuk Kekakayaan Intelektual (KI). Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Kemenkumham Maluku, Andi Nurka, saat membuka kegiatan Promosi dan Diseminasi KIK (Kekayaan Intelektual Komunal) di Kabupaten Kepulauan Aru, Jumat (27/11).

Kegiatan yang difokuskan di Gedung Kesenian Sitasena Kota Dobo itu dilakukan dalam rangka menyebarluaskan informasi terkait pendaftaran KIK bagi komunitas-komunitas KI yang ada di kabupaten itu serta kepada pemerintah daerah setempat.

Dihadapan 50 peserta yang terdiri dari utusan Pemda, UKM dan Pelaku Usaha maupun masyarakat tersebut, Andi Nurka mengatakan, KI merupakan kunci dalam menggerakan roda perekonomian kreatif.

“Daerah kita memiliki banyak talenta di industri kreatif dalam berbagai jenis, ide-ide kreatif yang berlimpah merupakan sumber daya tanpa batas dan memiliki nilai ekonomi yang santag tinggi untuk menggerakan roda ekonomi kreatif, maka diperlukan perlindungan berupa KI” tambah Andi.

Sehingga, katanya, penting untuk dilakukan pendaftaran KI masyarakat, untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap KI yang ada.

Hal itu, lanjutnya, bukan saja memberikan dampak positif terhadap citra bangsa, tetapi secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomiam dan penciptaan lapangan pekerjaan ditengah masyarakat.

“Dengan demikian diharapkan dengan terlaksananya kegiatan ini, dapat mengurangi pembajakan dan juga perampasan hak paten,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Asisten Bidang Administrasi dan Perekonomian Kabupaten Kepulauan Aru, Gabriel Moerwarin, menjelaskan, KI adalah merupakan hak yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atas proses yang berguna bagi masyarakat.

“KI merupakan hal yang baru, sehingga perlu diberikan pemahaman agar Pemda dan juga pelaku usaha lebih memahami lagi, sehingga dapat melakukan pendaftaran untuk mendapat perlindungan hukum atas hasil karya kreatif mereka,” pungkasnya.(LAM)

Comment