by

Kinerja Kapolresta Ambon Disorot

Ambon, BKA- Akibat sering terjadi bentrokan warga di kawasan Tugu Trikora Ambon, membuat masyarakat menyoroti kinerja Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Kombes Pol. Leo Simatupang.

Fileo Pistos Noija, salah satu warga Kota Ambon, mengatakan, di bulan suci ramadhan saat ini, seharusnya situasi ketertiban masyarakat dijaga ketat pihak kepolisian.

Namun yang dilapangan, kerap terjadi bentrokan di kawasan Tugu Trikora Ambon. Bahkan pada 21 April lalu, untuk kesekian kalinya terjadi bentrok warga di kawasan itu.

Walau memang setiap bentrok terjadi, personil aparat kepolisian SPKT Polresta Ambon dan Polsek Sirimau tiba dilokasi untuk membubarkan kelompok yang bertikai, bahkan ada sejumlah pihak yang diamankan.

“Kita pertanyakan kinerja dari Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, ini mengapa, beberapa pekan ini, terjadi bentrokan di Tugu Trikora,” ungkap Noija, kepada wartawan, Jumat (23/4).

Untuk itu, Noija yang juga salah satu praktisi hukum di Maluku itu mengingatkan, agar pihak kepolisian mewaspadai jangan sampai konflik kecil itu dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk menimbulkan konflik yang lebih besar.

“Saya hanya mengingatkan, jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan tertentu, dan ingin agar situasi Kota Ambon tidak kondusif. Belajar dari pengalaman, konflik besar berawal dari insiden kecil. Jadi jangan biarkan ini terjadi,” kata dia.

Noija meminta, agar aparat kepolisian tidak bertindak sebagai pemadam kebakaran saja, namun memaksimalkan peran unit patroli yang telah dilaunching Kapolresta Ambon 14 April 2021 lalu selama bulan Ramadhan.

“Patroli dapat diintensifkan untuk membubarkan kelompok-kelompok pemuda ataupun konvoi-konvoi pemuda yang dapat berpotensi mengganggu ketertiban umum. Apalagi unit patroli ini juga merupakan salah satu program prioritas Kapolri untuk pemantapan kinerja pemeliharaan kamtibmas,” jelasnya.

Sambil mengedepankan tindakan prefentif, Noja juga meminta agar penegakan hukum juga tetap dilakukan bagi para pemuda yang terbukti terlibat, untuk menimbulkan efek jera.

Noija berpendapat, konflik merupakan salah satu tanda gerak masyarakat yang sedang mengalami perubahan cepat. Tetapi jika tidak dikendalikan secara baik, konflik akan menjadi hambatan dan mengandung daya rusak tinggi terhadap stabilitas keamanan, sosial, ekonomi, sampai ideolgi.

“Sebaliknya, jika konflik dapat dikendalikan dan diarahkan secara positif, akan menciptakan iklim sosial aktif yang dapat diharapkan mendukung proses demokratisasi,” pungkasnya.(SAD).

Comment