by

Kisah Haru Ngannou: Makan dari Tempat Sampah dan Dipenjara

Francis Ngannou melewati jalan berliku sebelum akhirnya bisa menduduki posisi sebagai penantang pertama kelas berat UFC. Ia pernah makan dari tempat sampah dan dipenjara karena jadi imigran gelap.

Ngannou tumbuh di Kamerun dan menyadari bahwa ia harus melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mengubah nasibnya. Dengan cita-cita ingin jadi petinju, Ngannou pergi dari Kamerun ke Maroko.

“Perjalanan dari Kamerun ke Maroko memakan waktu satu tahun. Satu tahun dengan status ilegal, melewati perbatasan, tinggal di semak-semak, mencari makanan di tempat sampah, menjalani kehidupan yang buruk,” kata Ngannou dikutip dari Bleacher Report.

Setelah sampai di Maroko, Ngannou lalu berharap bisa mencapai Eropa. Ia pun menumpangi kapal untuk pergi ke Spanyol yang dianggapnya sebagai pintu masuk ke Eropa.

“Situasi lebih kepada membuat stres dibandingkan menakutkan. Ketika kami sampai di Spanyol, kami tetap santai bahkan ketika kami dipenjara.”

“Kami sudah tahu bahwa kami akan dipenjara ketika sampai. Setelah itu pasti kami akan bebas, namun yang pertama kami [sadar pasti lebih dulu] dipenjara,” tutur Ngannou.

Setelah bebas dari penjara, Ngannou lalu pergi ke Prancis dan coba merajut mimpinya jadi petinju. Ngannou menyatakan kehidupannya di Prancis masih tidak jelas namun antusiasme yang tinggi membuatnya tidak mempedulikan situasinya.

“Saya jadi gelandangan, namun saat itu situasi tidak lagi terasa sulit bagi saya. Di luar segalanya, saya senang karena bisa tiba di tanah yang menyediakan banyak kesempatan. Saya senang bisa menjalani kehidupan dan mengejar mimpi.”

“Bahkan meski saya harus tidur di tempat parkir atau tidak punya makanan dan uang, saya merasa lebih bebas. Dibandingkan saat di Maroko, tempat parkir di Prancis seperti hotel bintang lima,” ujar Ngannou.

Ngannou akhirnya mendapat kesempatan untuk berlatih tinju namun garis hidupnya membuat ia terjun ke dunia mixed martial arts. Memulai karier di usia 27 tahun, Ngannou bisa cepat melesat dan sudah bergabung ke UFC dua tahun kemudian.

Di UFC, karier Ngannou juga terbilang impresif dan pesat karena sukses jadi petarung peringkat pertama kelas berat. Impian Ngannou yang belum tercapai saat ini adalah merebut sabuk juara kelas berat.

Duel lawan Miocic di UFC 260 adalah kesempatan kedua Ngannou untuk bisa jadi juara kelas berat. Di kesempatan pertama, Ngannou kalah angka dari Stipe Miocic di UFC 220 pada 2018 lalu. (INT)

Comment