by

KKT Doa Bersama 2 Tahun Covid-19

beritakotaambon.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar menggelar doa bersama menjelang 2 tahun bencana pandemi Covid-19 di Indonesia, Rabu (1/9).

Doa bersama yang digelar di Kantor Bupati itu untuk memohon keselamatan, agar Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) tetap dalam lindungan Tuhan.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, pandemi Covid 19 telah cukup banyak mengganggu sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, termasuk penyelengaraan pemerintahan, pembangunan, serta mewujudkan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat.

Baca juga: Tetelepta: MBD Ditargetkan jadi Kabupaten Maju di Provinsi Maluku

“Kami telah menyelengarakan rapat kordinasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) KKT, Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama dengan tokoh agama, dan telah disepakati pentingnya melaksanakan doa bersama secara serantak dan rutin setiap tanggal 1 bulan berjalan, jam 08.00 WIT,” ungkap Fatlolon, pada acara doa bersama itu.

Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat KKT yang ada di kecamatan, desa, dan dusun, untuk menyatukan hati, berdoa dan bersyukur kepada Tuhan untuk keselamatan daerah bertajuk Duan Lolat, Provinsi Maluku, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mari dalam doa ini kita satukan hati berdoa dan bersyukur kepada Tuhan, juga mendoakan keselamatan Tanimbar, Provinsi Maluku dan NKRI pada umumnya. Sehingga dengan kemuraham Tuhan, pandemi Covid-19 ini dapat teratasi, supaya terjadilah pemulihan ekonomi dan pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan kesejatraan rakyat. Doa dari bapa ibu sangat dibutuhkan,” kata Fatlolon.

Baca juga:
Resmi, HYUNDAI Gandeng Pemerintah Produksi Oksigen

Pada kesempatan itu juga Fatlolon meminta, pimpinan agama, camat dan kepala desa di KKT, untuk dapat mengerakan masyarakat dan umat masing- masing untuk berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, agar semua orang dapat diluputkan dari pandemi Covid-19.(BTA)

Baca juga:
Malra Sebagai Seaweed Estate, Benhur Apresiasi Langkah Thaher

Comment