by

Klaster Rumah Tangga Dianggap Berbahaya

Ambon, BKA- Selain klaster perkantoran, klaster dalam rumah tangga juga dianggap sangat berbahaya terhadap penularan wabah Covid-19. Pemerintah Provinsi Maluku berharap, agar dua faktor tersebut dapat dicegah dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Paling bahaya itu klaster rumah tangga, dan klaster perkantoran,” ungkap Ketua Harian Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, kepada wartawan, di kantor gubernur Maluku, Senin (28/12).

Kasrul yang juga Sekertaris Daerah (Sekda) Maluku ini menilai, indikator utama tingkat terkonfirmasi pasien positif Covid-19 yaitu kluster rumah tangga, dan perkantoran. Sehingga harus dijaga betul protokol kesehatan.

“Misalnya suami-isteri kerja di perkantoran berbeda, lalu suami mulai terpapar dari kantornya dan pulang ke rumah menularkan ke istrinya. Kemudian isteri tularkan lagi di tempat kerjanya. Nah ini yang kita khawatirkan,” sebut dia.

Menurut dia, apabila tidak ada penerapan protokol kesehatan pada dua faktor dimaksud, maka otomatis peningkatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sangat sulit untuk dicegah. Dan untuk menekan dua klaster itu, maka seseorang harus mengganggap dirinya sebagai orang yang rentan terpapar Covid-19.

“Apabila semua beranggapan seperti itu, sudah pasti tingkat kewaspadaan terhadap diri dari penyebaran corona akan semakin tinggi. Dan dengan hal ini juga, kita dapat menghindari kerabat, serta keluarga dari penyebaran wabah corona,” terangnya.

Kasrul juga berharap, seluruh masyarakat yang berada di Maluku, dapat terus mematuhi anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan. Dengan begitu, tingkat penularan Covid-19 dapat ditekan.

“Belum ada proses vaksinasi di provinsi Maluku, kami harap masyarakat dan seluruh pihak lainnya bisa menjalankan 4M. Yakni menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan serta memakai masker, guna meminimalisir penularan,” pesan dia. (BKA-1)

Comment