by

KMP Bahtera Nusantara 02 Siap Beroperasi Rute Ambon Banda, Banda Tual PP

Rute Ambon Banda, Banda Tual PP

Ambon, BKA- Pasca tiba di Pelabuhan Yos Sudarso tanggal 24 Oktober 2020 lalu, KMP Bahtera Nusantara 02 akhirnya diresmikan oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail, Selasa (3/11).

Bantuan kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini diperkirakan mulai beroperasi pada 6 November akhir pekan ini.

Peresmian Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 02 ini, dihadiri langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi bersama rombongan. Kapal ini siap melayari rute Ambon Banda dan Banda Tual PP, yang nantinya dikelola langsung oleh PD Panca Karya.

Berdasarkan laporan, KMP Bahtera Nusantara 02 dibangun Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI. Peluncuran KMP ini tanggal 8 Agustus 2019 di galangan PT Dumas Tanjung PERAK Sitiar Durabaya oleh Dirjen Perhubungan Darat.

Yakni lewat permintaan Gubernur Maluku, tanggal 5 Agustus 2020 di Jakarta, Menteri Perhubungan secara resmi menyerahkan KMP Bahtera Nusantara 02 kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk dikelola. Dan di tanggal 24 Oktober 2020, KMP Bahtera Nusantara 02 tiba di Pelabuhan Jos Sudarso Ambon.

Dalam sambutannya, Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengaku, KMP bahtera Nusantara yang diserahkan itu, awalnya proses pengelolaan cukup panjang. Sebab, beberapa kali Kemenhub telah memberikan bantuan transportasi laut seperti kapal, tetapi pengelolaan tidak sesuai dengan harapan.

Namun dengan presentasi gubernur Maluku dapat meyaknikan Menteri Perhubungan, sehingga memberikan bantuan KMP Bahteran Nusantara 02 kepada Pemerintah Provinsi Maluku.

“KMP Bahtera Nusantara 02 ini dibangun tahun anggaran 2018 sampai 2019, dengan alokasi anggaran sekitar 89 miliar. Jadi dibangun multi kontrak selama 2 tahun. Dan kapal ini bisa mengangkut sekitar 380 penumpang dan kendaraan campuran bisa 60 kendaraa. Dan pemerintah pusat juga siapkan subsidi untuk dua bulan kedepan sebesar 2 miliar, sehingga dalam waktu dekat sudah bisa dioperasikan,” terang Setiyadi.

Menurutnya, jika KMP tersebut dikelola dengan baik oleh Pemprov Maluku, maka di tahun 2021 mendatang, aka nada subsidi yang disiapkan sebesar Rp 14 miliar.

“Kapal ini juga nanti akan melintasi penyebrangan dari Ambon sampai Tual. Dan kita tergantung pak gubernur. Tanggal 5 November itu tandatangan kontraknya dengan saya. Kalau kontraknya sudah maka subsidi bisa dicairkan langsung, maka tanggal 6 sudah bisa beroperasi,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail mengatakan, Pemprov Maluku sangat berterima kasih dan mengapresiasi Menhub lewat Dirjen Perhubungan Darat yang telah hadir dalam peresmian KMP Bahtera Nusantara 02 itu.

Dikatakan, dengan subsidi yang diberikan Pemerintah Pusat, maka Pemprov Maluku akan lebih maksimal dalam mengelola kapal tersebut.

“Kenapa saya ngotot minta diberikan kapal besar sampai GT 1.850, karena luas wilayah Maluku itu 712.498 km persegi. Terdiri dari 92,4 persen lautan atau 658.313 km. Sementara luas daratan 54.185 km atau 7,6 persen. Dan pulau 1.340, yaitu yang berpengahuni 632 pulau dan yang lain tidak berpengahuni. Maka dengan kapal ini masyarakat bisa terhubung dan terkoneksi dengan daerah lain. Dan hanya kapal tol laut yang bisa menghidupkan kita punya masyarakat,” pungkasnya. (UPE).

Comment