by

KNPI Minta PLN Selesaikan Persoalan Listrik di Namrole

Ambon, BKA- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku mendesak PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, agar menyelesaikan persoalan pemadaman listrik di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Wakil ketua Bidang Politik DPD KNPI Maluku, Rizal Sangaji, mengatakan, persoalan itu penting untuk ditindaklanjuti oleh PLN.

Rizal menjelaskan, listrik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat. Apalagi kabupaten itu tengah melaksanakan pentahapan Pilkada. Sehingga para penyelenggara pemilu sangat membutuhkan pasokan listrik yang memadai, agar semua proses pentahapan hingga pelakanaan Pilkada bisa berjalan lancar. Terutama saat penginputan data pada hari pencoblosan.

“Pertama kita berkepentingan agar pelayanan kelistrikan kepada masyarakat ini berjalan normal. Untuk kalangan dunia usaha, sudah pasti dirugikan atas pemadaman yang terjadi. Yang kedua, suksesnya gelaran Pilkada serentak, terutama di Kabupaten Buru Selatan ini tidak boleh gagal hanya karena pemadaman listrik yang sering terjadi,” ucapnya.

Untuk itu, PLN diharapkan bisa memberikan etensi lebih terhadap persoalan tahapan Pilkada yang sementara berjalan. Jangan sampai persoalan ini menjadi rumit, ketika pelayanan kelistrikan tidak maksimal oleh pihak PLN.

Berdasarkan janji yang pernah diungkapkan oleh Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Maluku-Maluku Utara, Ramli Malawat, akan menyelesaikan persoalan kelistrikan yang ada di Maluku hingga akhir Oktober 2020.

“Saudara Ramli Malawat sebagai Deputi Manager Hukum dan Humas PLN Maluku-Maluku Utara, itu sudah mengatakan bahwa diakhir bulan Oktober, akan memberikan jaminan kepastian pelayanan kelistrikan di Namrole itu segera selesai. Janji dari Deputi Maneger Humas PLN ini yang kita kejar. Kita akan tagih di bulan depan, kalau yang bersangkutan omongannya tidak sesuai, maka kita minta yang bersangkutan juga dievaluasi,” tegasnya.

Rizal mengaku, KNPI tidak main-main dalam menagih janji dari pihak PLN, untuk segera direalisakan persoalan ini, sebelum 9 Desember mendatang.

“KNPI tidak main-main, KNPI desak seluruh pimpinan baik tingkat di wilayah dan cabang area Ambon agar bisa membenahi persoalan kelistrikan yang ada di Namrole. Bayangkan, setiap hari lampu mati. Dari sisi kepentingan masyarakat, human interest, ini persoalan yang merugikan semua pihak, mulai dari kalangan dunia usaha, birokrasi, legislatif dan kalangan masyarakat kecil,” kata Rizal.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, siswa-siswi melakukan proses belajar secara jarak jauh atau Daring. Sehingga dibutuhkan pasokan listrik yang maksimal.

“Anak-anak yang sementara belajar online, inikan merugikan. Saya rasa PLN tidak pernah menganggap ini persoalan yang serius, PLN menganggap persoalan ini biasa-biasa saja. Apalagi di masa pandemi beginikan listrik dan telekomunikasi adalah dua elemen yang paling vital. Orang belajar di rumah kalau tidak ada listrik bagaimana? bisa belajar Daring kalau ada pulsa data, tapi ponselnya lowbet?,” pungkasnya.(MSR)

Comment