by

Komisi I Ancam Cabut Ijin Operasional Radio IAIN Ambon

Ambon, BKA- Komisi I DPRD Provinsi Maluku mengancam akan mencabut ijin operasional radio penyiaran Harmoni milik Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

Ancaman itu diberikan Komisi I sesuai hasil agenda pengawasan ditemukan, radio itu sejak 2017 lalu tidak lagi beroperasi.


“Kami di Komisi I dalam agenda pengawasan di Kota Ambon, bentuk tiga tim pengawasan yang masing-masing dipimpin, Amir Rumra, Yance Weno dan Elwen Roy Pattiasina. Kebutulan pak Yance ini baru selesai pengawasan dari Kabupaten Buru dan langsung menyesuaikan turun ke radio komunitas Radio Harmoni. Ternyata radio itu sejak tahun 2017 hingga saat ini tidak lagi aktif. Radio ini berada di kampus IAIN Ambon. Kami sudah warning mereka, kalau tidak beroperasi, maka ijin operasinya akan dicabut,” ujar Anggota Komisi I, Benhur Watubun, Selasa(2/3).

Menurutnya, fungsi dibentuknya Radio Harmoni, sebagai laboratorium praktek mahasiswa. Tapi bukan itu saja, namun juga sebagai fungsi sosial dalam bentuk siar atau sarana dakwah. Hanya saja, sejak terjadinya gempa bumi yang melanda Kota Ambon pada September 2019 lalu, pihak IAIN tidak lagi melakukan perbaikan radio tersebut. Hal itu yang menjadi pertanyaan Komisi I dalam pengawasan di kampus hijau itu.

Memang masa ijin operasional radio Harmoni IAIN Ambon baru akan habis pada 22 November 2021. “Nah, saya mendesak kepada pihak IAIN Ambon, dan saya minta khusus perhatian saudara rektor, untuk bisa lebih memperhatikan sungguh radio ini agar bisa diaktifkan kembali. Kalau tidak, kami akan rekomendasikan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku untuk mencabut ijinnya dan tidak lagi beroperasi,” tegas Watubun.

Memang, ungkapnya, maksud kungjungan pengawasan di IAIN Ambon itu untuk uji petik berbagai informasi yang salama ini beredar. Termasuk masalah Radio Harmoni itu. Ternyata memang ditemukan masalah.

“Kami sudah menghimbau, karena ini fungsi pendidikan, dakwah dan fungsi sosial lainnya, maka sebagai media komunitas yang dapat menghibur masyarakat di arena kampus, maka kami minta ini menjadi perhatian. Karena itu, seluruh kekuatan yang ada di kampus itu, kita minta untuk segera membantu dan bahu membahu menyelesaikan problem disana,” pinta Watubun.

Dia mengungkapkan, radio komunitas di Maluku hanya ada tiga, yakni, di IAIN Ambon, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Tapi kalau pihak IAIN cuek dengan persoalan itu, maka bisa dicabut ijinnya dan akan diberikan ke SMK Muhamadiyah Ambon.

“Jadi sekali lagi, saya ingatkan dan menjadi perhatian para pimpinan universitas dan pimpinan Fakultas Ushuluddin, agar jangan mereka hanya berfikir yang lain, tapi bagaimana bisa berfikir soal peningkatan Sumber Daya Manusian (SDM), berfikirlah soal media, karena ini laboratorium untuk praktek mahasiswa. Jadi mari kita berpikir yang positif bagi pengembangan ini,” tandasnya.(RHM)

Comment