by

Komisi II Kecam Pertamina Batasi BBM

beritakotaambon.com – Ketua Komisi II DPRD Maluku, Santy Saoda Tethool, mengecam pihak Pertamina yang secara sepihak melakukan pembatasan Bahakan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan menaikan harga Pertalite Khusus (PLK).

Tethool menduga, hal tersebut ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak Pertamina. Terutama terkait dengan pengembangan strategi bisnis.

“Ini ada unsur kesengajaan dari segi bisnis Pertamina. Kami juga belum tahu persis, kenapa pihak Pertamina memberlakukan pembatasan. Kalau pun itu ada, harus ada petunjuk dari Pemerintah. Sementara sepengetahuan DPRD, belum ada petunjuk atau edaran pemerintah terhadap pembatasan BBM,” ungkap Tethool, Jumat (27/8).

Untuk itu, DPRD Provinsi Maluku telah melayangkan undangan kepada Pertamina, untuk mendengar penjelasan terkait kondisi tersebut.

Baca juga:
Krisis Premium, Ribuan Sopir Angkot Mogok

“Yang kita rapat nanti, soal kepetusan sepihak yang dilakukan oleh Pertamina. Dengan strategis bisnis yang dilakukan itu, memaksa untuk harus ada BBM jenis Solar dan Pertalite itu berimbang, ada juga Premium, sehingga para supir truk dan angkot kemarin melakukan aksi mogok, karena premium juga saat itu agak sulit untuk didapatkan,” terangnya.

Menurutnya, strategis bisnis yang dilakukan pihak Pertamina dalam pembatasan BBM, dengan persentase hanya bisa diberikan 50 persen kepada masyarakat. Padahal mereka (supir) tidak melakukan pengesian BBM jenis Pertalite. Mereka hanya bisa menggunakan Premium, karena Pertalite dianggap terlalu mahal.

“Kalau mau bilang, kemungkinan ini strategi Pertamina. Nanti kita akan menelesurinya. Kalau itu bisnis, mereka jangan serta merta harus merugikan masyarakat, apalagi ditengah-tengan kondisi pandemi Covid-19,” pungkasnya.(RHM)

Comment