by

Komisi III Bahas Penguduran Dirut BM-Malut

Ambon, BKA- Komisi III DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat bersama dengan Direksi Bank Maluku dan Maluku Utara (BM-Malut), membahas pengunduran diri Direktur Utama (Dirut) BM-Malut Arief Burhanudin Waliulu.

Namun rapat bersama yang digelar di ruang rapat Komisi III DPRD Maluku, Senin (26/10), digelar secara tertutup. Awak media yang coba meliput rapat tersebut, tidak diberi ijin.

Bukan hanya tertutup, Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw, yang coba dikonfirmasi terkait hasil rapat tersebut enggan untuk memberi penjelasan alias no coment.

“Ini sangat sekret, jadi saya tidak punya kewengan untuk mempublikasikannya kepada rekan-rekan media. Pokonya no coment kalau dalam hal ini,” tegas Rahakbauw.

Menurutnya, ada hal-hal yang bisa disampaikan dan ada hal-hal yang tidak bisa disamapikan ke publik. Itu sudah diatur dalam tata teritib di DPRD. Jika itu dilanggar, maka ada sanksi yang diberikan.

Khusus agenda rapat Komisi III dengan pihak BM-Malut, sesuai arahan masih bersifat internal. Sehingga komisi belum bisa membeberkan kepada khalayak ramai. “Jika itu dilanggar, akan ada sanksi yang diberikan kepada siapa saja yang menyampaikan hasil pertemuan ini,” terangnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi III, mengatakan, akan memanggil pihak BM-Malut untuk menanyakan dan perlu jawaban dari Direksi BM-Malut, sejauh mana direktur utama vakum.

“Lalu langkah-langkah apa saja yang sudah dilakukan, terkait pengembangan BM-Malut. Itu kami akan tanyakan resmi dalam rapat kerja dengan Direksi BM-Malut,” jelasnya.

Selain itu, jelas dia, komisi yang membidangi infrastruktur, keuangan, dan ekonomi itu juga menanyakan kinerja Direksi BM-Malut. “Ini dilakukan, untuk memastikan pelayanan dan operasional itu tidak terganggu atau berjalan normal. Tujuanya agar komisi memperoleh jawaban yang pasti,” pungkasnya.
(RHM)

Comment