by

Kompetensi Guru SLB Perlu Ditingkatkan

Ambon, BKA- Kepala SLB Nania, Endah Pertiwi, mengungkapkan, sebagian besar guru SLB, terutama di sekolah yang dipimpinnya, tidak berlatarbelakang Pendidikan Luas Biasa (PLB).

Melihat kenyataan itu, Endah berpikir sangat penting untuk dilakukan langkah peningkatan kompetensi guru, agar dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan sekolah tersebut.

“Kita punya guru-guru di SLB itu sebagian besar bukan sarjana PLB. Sehingga mereka perlu peningkatan kompetensi. Karena yang memiliki kompetensi untuk menyelenggarakan program khusus ini masih sangat minim,” ungkap Pertiwi, Senin (21/9).

Upaya peningkatan kompetensi guru di SLB memang diperlukan, sebab sesuai pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, beberapa waktu lalu, kalau penyelenggaraan pendidikan di SLB memerlukan pendekatan personal, tersegmentasi, dan tidak seragam. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan minat, bakat, dan kompetensi dari murid-muridnya.

Untuk itu, kata Endah, Mendikbud berjanji akan memberikan perhatian serius kepada SLB. Karena walau penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu menangani anak- anak berkebutuhan khusus, namun secara pedagogi dan metodologi pembelajaran yang dilakukan di sekolah SLB dapat menjadi panutan atau sumber inspirasi pembelajaran.

Untuk itu, katanya, salah satu target utama Kemendikbud saat ini, yakni, memberikan perhatian yang lebih serius kepada SLB.

“Rata-rata kebutuhan SLB itu sama, bahwa kita butuh ada pelatihan bagi guru-guru SLB yang tidak berlatarbelakang PLB ini. Sebab pada saat kita menerima guru baru, rata-rata mereka belum dibekali dengan kompetensi kekhususan. Karena itu, kita berharap, Kemendikbud dapat membantu memberikan kompetensi kekhususan bagi mereka,” harap Endah.

Menurutnya, guru SLB sangat berbeda dengan guru pada sekolah reguler. Pasalnya, dalam menyampaikan materi pelajaran, guru SLB lebih kepada pendekatan hubungan batin dengan siswa.

“Tidak mudah jadi guru SLB. Karena memang saat berhadapan dengan siswa yang kebutuhannya berbeda-beda, dibutuhkan sosok guru yang benar-benar paham akan pola didikan di SLB. Tapi demi peningkatan mutu pendidikan, kita berharap, agar para guru yang bukan berlatar belakang PLB ini dilatih agar lebih berkompetensi lagi,” tandas Pertiwi. (LAM)

Comment