by

Kondisi Sejumlah Dermaga di MBD Memprihatinkan

Ambon, BKA- Kondisi sejumlah dermaga yang dibangun pemerintah pusat di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), memprihatinkan.

Padahal semua dermaga yang dibangun menggunakan angaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI itu dimaksudkan, untuk membantu memperlancar akses transportasi laut masyarakat di Kabupaten MBD, sehingga dapat membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, yang juga anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, mengatakan, akibat kerusakan sejumlah dermaga di kabupaten yang berciri kepulauan itu, membuat akses transportasi laut masyarakat mulai terganggu.

Menurutnya, kerusakan dermaga itu ada yang disebabkan karena tidak terurus dengan baik. “Saya baru saja mengunjungi beberapa pelabuhan di MBD, yang ada dalam kewengan kerja UPP (Unit Pelaksana Pelabuhan) Wonreli. Kecuali Pelabuhan Wonreli, hampir semuanya rusak dan sangat memprihatinkan. Apalgi di Wetar dan Ilwakil, ruang tunggunya rusak dan tidak terurus,” ungkap Anos, pekan kemarin.

Untuk itu, dia tekah meminta Kepala UPP Wonreli, Rodrigus Dias, agar mendata seluruh dermaga yang rusak di MBD, termasuk dermaga di Ilwakil yang tidak memiliki Dapra atau alat penahan kapal saat bersandar di dermaga.

“Yang kita khawatirkan, kalau tidak dipasang Dapra, kita takut, kapal yang sandar jika terjadi ombak, maka terjadi benturan antara badan kapal dengan dermaga, sehingga bisa merusak badan kapal. Apalagi disana memang daerah berombak,” katanya.

Selain itu, Anos meminta masyarakat MBD agar tetap tenang dan sabar dengan kondisi dermaga saat ini, karena DPRD Maluku tidak tinggal diam melihat kondisi itu. Apalagi dirinya sebagai representasi dari masyarakat MBD, sudah membicarakannya dengan mitra, dalam hal ini UPP setempat.

Kerusakan dermaga tidak hanya terjadi di MBD, tapi juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Padahal usia dermaga disana rata-rata baru dua tahun lebih.

Hal itu terjadi, karena tidak ada sistim pemiliharaan dan perawatan yang baik oleh UPP terkait, sehingga terjadi kerusakan. “Begitu banyak fasilitas dermaga yang rusak. Tetapi pemilaharaan rutin setiap tahun, itu yang tidak ada. Apakah ada atau tidak ada, nanti akan kami sampaikan ini ke Kemenhub di Jakarta lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, ini kondisi yang terjadi di MBD,” pungkasnya. (RHM)

Comment