by

KONI MBD Resmi Terbentuk

Chau Petrus, resmi dilantik sebagai ketua umum pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) periode 2020-2024. Dirinya dilantik oleh Ketua Harian KONI Maluku, Agustinus Lomo mewakili Ketua Umum KONI Maluku, di Tiakur, Jumat (28/5).

Pelantikan yang dihadiri oleh Bupati yang juga merupakan Dewan Pembina KONI, Wakil Bupati juga Sekda yang juga sebgai ketua dan sekretaris Dewan Penyantun yang beranggotakan Direktur BUMD, Kepala BPDM dan BRI cabang Tiakur, Kepala PDAM MBD, Dinas Pemuda dan Olahraga MBD serta Samuel Teodorus, beserta Forkopimda MBD,.

Pengurus KONI MBD periode 2020-2024, ini dilantik berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum KONI Maluku, nomor 02 tahun 2020 tertanggal 31 Januari 2020, tentang Pengukuhan Personalia Pengurus KONI Kabupaten MBD.

Ketua Harian KONI Maluku, Agustinus Lomo, dalam arahannya mengatakan, pelantikan pengurus KONI merupakan bagian yang tak terpisahkan dari program organisasi KONI Maluku yang sedang dibangun dan dilaksanakan KONI Maluku. “Konsolidasi Organisasi KONI menjadi penting, oleh karena ada beberapa pengurus cabang olah raga di tingkat provinsi dan kabupaten kota telah habis masa jabatannya,” terang Agustinus.

Dijelaskan, dengan adanya KONI di MBD, maka pembinaan atlet akan berlangsung baik dan berkesinambungan, serta membuahkan atlet yang berprestasi.

Dia juga berharap, Pengurus KONI dapat membangun konsolidasi baik internal maupun eksternal. Yakni dengan membangun kerjasama loyalitas dan dedikasi di antara fungsionaris KONI MBD. Sehingga KONI di MBD tetap solid, kokoh dan kuat serta dengan semangat patriot dapat menghindari dominasi mayoritas dan tirani minoritas dalam mengelola organisasi.

“Konsep dominasi mayoritas dan tirani minoritas, sangat bertentangan dengan rambu-rambu demokrasi. Bahkan bertentangan pula dengan semangat kekeluargaan sebagai orang basudara di Maluku,” tandasnya.

Dirinya menegaskan, anggaran yang diperoleh oleh pengurus KONI MBD harus diperuntukkan lebih banyak bagi pembinaan dan pengembangan atlet, melalui pengurus cabang-cabang olahraga. Hal itu berkaitan erat dengan obsesi bersama, untuk meraih prestasi yang lebih baik dan memperoleh medali yang lebih banyak dari perolehan medali pada PON XIX Jawa Barat tahun 2016 lalu.

Sementara itu, Bupati MBD, Benyamin Th Noach, dalam sambutannya menyebutkan, pelantikan pengurus KONI merupakan harapan insan pencipta olahraga dan implementasi masyarakat Kabupaten MBD, yang pembentukannya telah diagendakan sejak tahun 2020 lalu.

“Kabupaten MBD membutuhkan bukan sekedar peduli, tetapi lebih dari itu figur yang konsen dan lebih fokus membangun dan mengembangkan olahraga di MBD. Dimana pembinaan atlet berprestasi tidak ada yang instan. Semua harus melalui proses yang panjang. Pada skala internasional kita kenal program Garuda Mas, implementasinya adalah program Indonesia Bangkit dan berbagai program di sejumlah daerah,” papar Noach.

Ia menambahkan, ada tiga tantangan pembangunan olahraga saat ini, yakni tingginya tuntutan publik terhadap prestasi olahraga yang terus meningkat, menjadikan olahraga sebagai instrumen pembangunan, serta desentralisasi pembangunan olahraga.
“Selain itu, KONI juga harus mempunyai sarana dan prasarananya olahraga yang representatif dan strategi, yang digunakan untuk pembinaan atlet jangka panjang,” tandasnya.

Noach juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten MBD sangat konsen dan siap bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, melalui KONI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Oleh karena olahraga merupakan jembatan dalam membangun persatuan dan persaudaraan sejati di sejagat nusantara, serta pemerintah daerah juga membuka diri bagi terlaksananya program-program KONI di provinsi, pusat, dan Kemenpora. Dalam upaya penyelenggaraan event nasional maupun internasional,” tutupnya.(GEM)

Comment