by

Konsumsi Narkoba, Ruslan Diganjar 6 Tahun Bui

AMBON-BKA, Ruslan Pelu, terdakwa yang mengaku membeli narkoba di Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah diganjar 6 tahun bui.

Hukuman terhadap Ruslan, digelar dalam sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (4/8).
Di dalam amar putusan majelis hakim, Cristina Tetelepta Cs, terdakwa dinyatakan berbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang jenis serbuk kristal kecil.

Terdakwa juga dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Baca juga: Miliki Sabu, Lopulissa Naik Sidang

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, serta memvonis agar terdakwa dipenjara selama 6 tahun di potong masa tahanan, serta denda Rp.800 juta subsider dua bulan kurungan,” ujar ketua majelis hakim dalam amar putusannya.
Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan, sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa dilarang undang-undang.

Terhadap putusan ini, jaksa penuntut umum Kejati Maluku mengatakan pikir-pikir.
Sebelumnya, jaksa penuntut umum Ela Ubleuw, menuntut agar terdakwa dipenjara selama 8 tahun, denda Rp.800 juta subsider dua bulan kurungan.

JPU dalam berkas dakwaan menyebutkan, narkotika tersebut terdakwa membelinya sebanyak dua kali untuk mengkonsumsi sendiri, sejak 20 Februari 2021 di Desa Hitu Lama, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.

Karena, kepolisian Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease mencium jejak terdakwa, akhirnya dia ditahan untuk diproses hukum.

Baca juga:
Serobot Lahan, Keluarga Pariama Bakal Diseret ke Polisi

“Pada bulan Februari kemarin, terdakwa membeli narkoba dari seseorang bernama Apri di Desa Mamala,” sebut JPU dalam berkas dakwaannya.

Diketahui, terdakwa membeli narkotika golongan satu seharga Rp.300.000 dan pembelian kedua Rp.450.000. (SAD)

Comment