by

Konsumsi Sabu, Siregar Divonis Ringan

Ambon, BKA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon menjatuhi hukuman meringankan kepada Jack Toll Bert Siregar (39), terdakwa kasus narkotika jenis sabu-sabu, dengan pidana penjara selama 1 tahun persidangan yang berlangsung Senin (24/8).

Didalam amar putusan majelis hakim, selain satu tahun penjara, warga Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, itu juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 800 juta, subsider satu bulan kurungan.

Sidang putusan ini dibacakan Ketua Majelis Hakim Christina Tetelepta Cs, disaksikan JPU Fitria Tuahuns dan penasehat hukum terdakwa Ronald Salawane.

“Menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 117 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ungkap Tetelepta, dalam amar putusannya.

Putusan hakim ini lebih ringan dibanding tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun, pada sidang yang digelar pada Kamis (16/7) lalu.

Dalam berkas dakwaan, JPU menyebutkan, tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakoni terdakwa terjadi pada 25 Januari 2020.

Penangkapan itu bermula saat pihak polisi mendapatkan informasi dari informan, bahwa terdakwa memiliki sabu.

Pihak polisi lalu melakukan pemantauan terhadap terdakwa. Pada saat terdakwa berada di pusat pembelanjaan ACC, mereka langsung melakukan penangkapan.

Dari hasil interogasi, mereka menemukan satu plastik ukuran kecil berisi sabu. Terdakwa mengaku mendapatkan sabu tersebut dari saudara Hendra Tahya (DPO) pada tanggal 24 Januari 2020, pukul 19.00 Wit.

Saat itu, terdakwa menelpon Hendra Tahya (DPO) menanyakan sabu. Mereka lalu bertemu, dan melakukan transaksi narkoba di Belakang Soya.

Terdakwa membeli dua paket dengan harga Rp. 2.000.000.
Setelah membeli, terdakwa menyimpan satu paket sabu di kos pacarnya di Desa Passo. Sedangkan satu paketnya lagi dikonsumsi terdakwa.

Saat ditangkap, terdakwa sedang berencana menemui Anton (DPO) untuk melakukan transaksi narkoba lagi. Namun belum bertemu, terdakwa telah ditangkap oleh pihak yang berwajib. (SAD)

 

 

Comment