by

Konsumsi Tembakau Sintetis, Rian-Bidin Tersangka

Setelah Satuan Reserse Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease menerima hasil uji laboratorium terkait tes urine kedua pelaku pembawa tembakau sintetis di Lapas Kelas II A Ambon, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease akhirnya menetapkan keduanya sebagai tersangka dalam kasus tembakau sintetis.

“Keduanya sudah tersangka, penetapan tersangka kaduanya itu karena terbukti mengkonsumsi tembakau sintetis,” ujar Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon, AKP Jufri Jawa ketika dihubungi koran ini, Minggu kemarin.

Dari hasil tes urine lanjut Kasat, kedua tersangka pun positif menggunakan tembakau sintetis.

“Karena terbukti, kita langsung gelar perkara dan tetapkan keduanya sebagai tersangka. Kedua tersangka di jerat dengan UU Narkotika,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Jufry Jawa, kedua pelaku yang membawa narkoba jenis tembakau sintetis tersebut yakni, Rain Tehuayo dan Dibin Jamal.

“Keduanya belum dijadikan tersangka. Sebab, barang buktinya yang disita masih dibawa ke Lab di Makassar untuk di uji,” ungkap Jufry, Rabu (5/5).

Perwira polri dengan tiga balok emas itu mengaku, tes urine yang dilakukan terhadap kedua pelaku sampai kini hasilnya belum keluar.
“Kita sudah tes urine. Tapi hasilnya belum keluar. Jadi kasi kita waktu sampai beberapa hari ke depan,” jelasnya

Diketahui, kedua pelaku dengan kondisi mencurigakan disergap membawa dua bungkus ganja sintesis.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Ambon, Saiful Sahri, mengaku, sebelum diamankan pada Selasa 4 Mey kemarin, sekitar pukul 16.30 WIT, Rain dan Dibin alias Jidan ini terlebih dahulu menitipkan makanan kepada seorang narapidana melalui tempat layanan penitipan barang.

Kedua pelaku awalnya menitipkan barang pada pukul 15.00 WIT. Seperti biasanya, saat diperiksa barang yang dititipkan tersebut aman. Tidak ditemukan barang maupun benda terlarang.

Setelah barang diterima dan diperiksa, dua pelaku ini tidak langsung meninggalkan kawasan Lapas. Mereka mondar mandir keluar masuk area Lapas menggunakan sepeda motor. Aksi itu membuat Kasubsi Keamanan, Hendro Suatrean merasa curiga.

Melihat gelagat kedua pelaku tersebut, petugas pada layanan penitipan barang yang mulai dibuka untuk menerima makanan buka puasa bagi warga binaan ini, lalu berkoordinasi dengan regu pengamanan (PAM) Lapas.

“Jadi atas kesigapan dan kejelihan petugas kami, regu PAM melakukan pengejaran. Melibatkan Kasubsi Keamanan, Hendro Suatrian, Kaur Umum, Safah, P2U, Rendy Nakul, dan petugas geledah Rizal Aras,” ungkap Saiful Sahri, Rabu (5/5).

Saat mulai dibuntuti,lanjut dia, para pelaku yang awalnya masih berada di halaman Lapas kemudian keluar dan berhenti di tempat ojek yang berada di samping Lapas Perempuan Ambon.

Tak berselang lama, dua pelaku ini kembali dan berdiri di pojok halaman Lapas Ambon. Mereka selanjutnya keluar lagi menuju tempat ojek tersebut.

Selang beberapa menit, salah satu pelaku balik sendiri dengan motor. Ia bergerak menuju arah lorong perumahan dinas.

“Saat itu petugas dengan cepat berkoordinasi lalu mengejarnya dan berpapasan saat keluar dari lorong perumahan dinas. Pelaku yang menunggu di tempat ojek langsung diamankan petugas Lapas lainnya,” ungkap Saiful.

Dalam penggerebekan itu, mantan Kepala Rutan Piru ini mengaku salah satu pelaku sempat melarikan melarikan diri. Namun dengan kesigapan petugas, ia berhasil dikejar dan digelandang menuju Lapas Ambon.

“Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa dua bungkus ganja sentetis. Barang ini dibungkus dengan kertas koran dan kertas putih, lalu disimpan di salah satu celana pelaku. Kami juga mengamankan uang tunai puluhan ribu rupiah dengan pecahan dua ribu dan sepuluh ribu,” terangnya.(SAD)

Comment