by

Korban Dam Wai Ela Pertanyakan Bantuan Kemenpera

AMBON-BKA, Dari total bantuan sebesar Rp59 juta bagi korban bencana Dam Wai Ela, Desa Negeri Lima, Kabupaten Maluku Tengah di tahun 2013 silam, tersisa bantuan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebesar Rp 9 juta yang belum direalisasikan.

Warga korban bencana Dam Wai Ela, mendesak Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal untuk segera mempertanyakan bantuan tersebut ke Kemenpera. Agar bantuan yang dijanjikan 8 tahun lalu itu, bisa terealisasi.

“Setiap KK dijanjikan 59 juta rupiah untuk bantuan. Namun baru diserahkan 50 juta. Sementara sisanya 9 juta belum diserahkan hingga kini,” terang Alan, salah satu korban bencana Dam Wai Ela, kepada Koran ini, Senin (26/7).

Baca juga: Ujar Kebencian di Medsos, Mahasiswa Unpatti Terancam 6 Tahun Bui

Menurutnya, total bantuan sebesar Rp 59 juta per KK itu, bersumber dari BNPB senilai Rp 25 Juta, Kemensos Rp 15 Juta, Pemerintah Provinsi Maluku Rp 3 juta, Pemkab Maluku Tengah Rp 7 juta dan Kemenpera Rp 9 juta. Namun hingga kini bantuan dari Kemenpera untuk ratusan KK yang ada di Desa Negeri Lima, belum terealisasi.

Untuk itu, Alan mendesak Bupati Maluku Tengah untuk segera mempertanyakan bantuan stimulan korban Dam Wai Ella, ke Kemenpera.

“Kami sangat berharap, bantuan tersebut diberikan kepada ratusan kepala keluarga yang menjadi korban bencana tersebut. Maka itu kita mendesak agar Bupati Maluku Tengah segera pertanyakan ke Kemenpera, di mana bantuan yang harus kita terima itu,” tegas Alan.

Dikatakan, dalam bencana jebolnya Dam Wai Ela, di tahun 2013, ada sebanyak 522 KK yang menjadi korban bencana tersebut. Dan semua sumber dana bantuan bagi ratusan korban bencana, tersisa dari Kemenpera senilai Rp 9 juta, yang hingga kini tidak ada kejelasannya.

“Baik dari BNPB, Pemprov, Pemkab, Kemensos semuanya sudah diberikan kepada 522 KK, tinggal dari Kemenpera saja yang belum. Warga butuh kejelasan soal bantuan ini, kapan diberikan. Mengingat sudah delapan tahun berlalu,” kesalnya.

Dia berharap, ada rasa kepedulian dari Bupati Tuasikal Abua, untuk mempertanyakan kejelasan bantuan dari pemerintah pusat lewat Kemenpera.

“Masyarakat berharap hal kejelasannya. Bupati harus tanya Kemenpera soal itu. Kalau memang tidak ada, jangan beri harapan palsu. Sebab semua sudah menaruh harapan disitu,” tutup Alan. (MG-2)

Comment