by

Korban Meninggal di KM Pangrango Diberikan Santunan

Ambon, BKA- Setelah melalui proses pengajuan di PT Pelni Cabang Ambon terhadap almarhum Sabarudin, Kepala MTs Negeri 2 Maluku Tengah (Malteng) yang meninggal diatas KM Pangrango, ahli waris korban menerima santunan sosial yang dibayarkan PT Jasa Raharja.

PT Jasa Raharja sebagai perusahaan pelat merah, bertugas menjalankan Undang–undang nomor 33 dan 34 tahun 1964, tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Diketahui, almarhum Sabarudin, merupakan salah satu peserta tour religius di Pulau Banda yang dilaksanakan Kementerian Agama (Kemenag) Malteng. Dan almarhum meninggal pada Minggu (15/11) setelah bersama rombangan hendak kembali pulang dengan menggunakan KM Pangrango milik PT Pelni.


Penyerahan santunan dari PT Jasa Raharja kepada ahli waris korban berlangsung di Kantor PT Pelni Cabang Ambon, Selasa(15/12), yang disaksikan Kepala Cabang PT Pelni Cabang Ambon, Samto.

Kepada awak media, Samto mengatakan, almarhum merupakan salah satu penumpang dengan tujuan Banda-Ambon menggunakan KM Pangrango. Namun sementara perjalanan menuju Ambon almarhum meninggal dunia dan selama dalam perjalanan tetap mengedapankan protokol kesehatan.

“Kemarin penumpang kita dari Banda menuju Ambon, pakai kapal KM Pangrango yah ? karena kehendal Allah SAW meninggal didalam perjalanan tapi semua penumpang tetap mengedepankan protokol kesehatan,”akui Samto.

Almarhum setelah ditangangi tim medis di atas kapal, juga memiliki hasil rapit tes yang non reaktif, sama halnya dengan penumpang lainnya, termasuk rombongan almarhum.

“Almarhum meninggal bukan karena ada apa-apa, tapi dalam kondisi normal wajar istilahnya. Tapi yang jelas karena kehendak Allah SAW,” ucapnya.

Dikatakan, santunan asuransi yang diberikan pihak Jasa Raharja, karena setiap penumpang yang membeli tiket kapal Pelni didalamnya juga terdapat terdaftar asuransi Jasa Raharja Putra, dengan adanya itu maka setiap penumpang yang meninggal diatas kapal selama dalam perjalanan akan mendapat santunan asuransi kematian maupun kecelakaan, sehingga Pelni punya tugas untuk mengajukan atau menjembatani agar mendapat santunan dari pihak asuransi dalam hal ini Jasa Raharja Putra.
“Alhamdullilah, karena kita punya komunikasi bagus dengan pihak asuransi, akhirnya ahli waris korban dikasih santunan dan kalau tidak salah santunan yang diterima sebesar Rp 70 juta,”bebernya. (RHM)

Comment