by

Korem Binaiya Dukung PPKM di Ambon

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali menerima 28 narapidana (napi) baru, yang merupakan napi pindahan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon. Sebelum masuk Lapas, puluhan napi ini telah menjalani rapid test antigen oleh Satgas Covid-19 Maluku.

“Hari ini kami telah terima 28 narapidana dari Rutan Ambon, yaitu 16 orang dengan pidana narkotika dan 12 orang dengan pidana umum. Dan memiliki masa pidana bervariasi, antara 2 tahun sampai dengan 15 tahun,” ungkap Kepala Subseksi Registrasi, Lapas Kelas IIA Ambon, Ramdhan Basir, Rabu (30/6).

Dikatakan, saat tiba di Lapas Ambon, puluhan napi tersebut diwajibkan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Yakni mencuci tangan, menggunakan masker, masuk ke dalam blik steril, serta pengukuran suhu badan.

Selanjutnya, para napi tersebut akan dilakukan pengecekan kesehatan oleh petugas klinik Lapas dan melakukan tes urin, sebelum ditempatkan pada kamar isolasi yang telah disediakan selama 14 hari.

Dikatakan, sebelum dipindahkan, pihak Rutan Ambon sendiri telah melakukan rapid test antigen kepada 28 narapidana tersebut. Dalam pelaksanaannya, Rutan Ambon menggandeng Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

Sementara itu, Plt Kepala Rutan Ambon, Fifi Firda menjelaskan, proses rapid test antigen dilakukan selain sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, juga sebagai syarat pemberkasan sebelum dipindahkan ke Lapas Ambon.

“Upaya-upaya pencegahan tetap kita lakukan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga setiap narapidana yang akan dipindahkan terlebih dahulu akan dilakukan rapid test antigen,” tegas Fifi.

Menurutnya, pemindahan itu dilakukan lantaran jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Rutan Ambon sudah semakin banyak. Dan untuk mencegah terjadinya overcrowded serta ancaman gangguan keamanan dan ketertiban, dipandang perlu dilakukan pemindahan sejumlah narapidana.

Hal senada disampaikan Kepala Lapas Ambon, Saiful Sahri. Kata dia, pemindahan yang dilakukan itu sesuai prosedur dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Narapidana yang dipindahkan tentunya telah dilakukan rapid test antigen terlebih dahulu dengan hasil nonreaktif dan dengan kondisi kesehatan yang baik,” terang Saiful.

Ia menambahkan, proses pemindahan berlangsung aman dan lancar dengan pengawasan jajaran Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, jajaran Kemanan dan Ketertiban, Kesatuan Pengamanan Lapas, serta petugas pengamanan Lapas Ambon. “Kini, jumlah narapidana di Lapas Ambon bertambah menjadi 488 orang,” pungkasnya. (UPE)

Comment