by

Korupsi ADD Sehati Belum Ada Tersangka

beritakotaambon.com – Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, A. O. Mangontan,mengakui, penyidikan kasus dugaan korupsi ADD dan DD Negeri Sehati, Kecamatan Amahai, masih bergulir, dan belum ada penetapan tersangka.

“Oh, ADD dan DD Sehati itu masih jalan, penyidikan masih jalan itu. Belum ada penetapan tersangka,” ungkap Kajari kepada Beritakota Ambon, belum lama ini.

Menurutnya, jika sudah ada bukti yang cukup, maka kasus ini pasti ada titik terang kepada publik.
“Pasti ada titik terangnnya. Ikuti saja,” tandas Kajari singkat.

Tokoh Masyarakat Negeri Sehati, Librek Sopacua, sebelumnya mengatakan, Selasa (10/8) kemarin, tim bagian intelijen Kejari Malteng, bersama Inspektorat dan ahli konstruksi, melakukan on the spot di Negeri Sehati.

On the spot itu dilakukan untuk mengecek proyek PAUD yang dibangun bersama bagunan lain menggunakan ADD dan DD Sehati dikerjakan sesuai dengan RAB atau tidak.

“Pada saat pemeriksaan, jaksa dan ahli bilang itu tidak sesuai RAB. Selain PAUD, ada juga proyek-proyek lain yang jaksa periksa langsung,” jelas Sopacua, Kamis (12/8).

Kata dia, berdasarkan keterangan jaksa, kasus ini tidak lama lagi, sudah digelar penetapan tersangka,pasalnya, semua keterangan dan dokumen pendukung telah dipegang penyidik.”Menurut keterangan jaksa, tidak lama lagi, kasus ini sudah ditetapkan tersangka. Kita sebagai masyarakat dan pelapor sangat mengharapkan hal ini bisa dilakukan penyidik,” tandasnya.

Sebelumnya, Librek Sopacua mengungkapkan, dugaan korupsi ADD dan DD ini disinyalir dilakoni kepala pemerintah negeri administratif Sehati inisial M.W.

Sesuai data temuan di lapangan, diduga ada sejumlah item pekerjaan yang fiktif.

Baca juga: Jaksa Harus Tetapkan Bendahara Desa Rarat Tersangka Korupsi

Diantaranya, pengadaan bantuan kepada nelayan, berupa bodi ketinting, mesin ketinting dan jaring, dengan total Rp.103.500.000.

Selanjutnya, ada sejumlah pekerjaan yang anggarannya diduga di mark-up. Diantaranya, bantuan peralatan pertanian dan perkebunan yang dianggarkan sebesar Rp.30 juta, bantuan sarana produksi, distribusi dan pemasaran untuk pelaku usaha ekonomi masyarakat, pekerjaan rehabilitasi perpustakaan, peningkatan sarana taman baca, dan sanggar belajar, pekerjaan proyek air bersih.

“Anggaran untuk belanja bidang kesehatan, diduga terjadi mark-up dan fiktif. Sejumlah item kegiatan yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 81.575.000,” beber Librek Sopacua tokoh masyarakat Sehati, belum lama ini.

Dia mengaku, untuk intem-item kegiatan belanja yang lain, telah terlampir dalam laporan yang dimasukan ke kejaksaan.

“Jadi karena tahun 2016, 2017 dan 2018, laporan kami di Kejari Malteng tidak digubris, maka tahun 2019 dan 2020 ini, kepala pemerintahan kembali melakukan perbuatan melawan hukum. Dan hal tersebut benar-benar terjadi sesuai fakta yang terjadi di lapangan. Makanya dalam laporan, sudah kita sampaikan semua anggaran lima tahun berjalan,” tukasnya. (SAD)

Comment