by

Korupsi Could Storage MBD Tinggal Ekspos Tersangka

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya dalam waktu dekat mengekspos penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pabrik es (Could storage) di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Kepastian ekspos penetapan tersangka perkara ini, setelah auditor BPKP turun melakukan audit investigasi di dua lokasi proyek bermasalah yang berada di Desa Moain, Kecamatan Moa, dan Desa Nuwewang, Kecamatan Palau Letti.

“Saat ini kami hanya tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian negara pada kedua proyek tersebut, setelah itu akan dilakukan penetapan tersangka,” ujar Kasi Intel Kejari MBD, Richard Lawalatta, Selasa (20/4).

Saat ini, lanjutnya, tia auditor yang terdiri dari Erwahyudi, Ruzam Almas, dan Bisma Akbar tersebut sudah selesai dilakukan. Agenda pertama, 18 April 2021, mereka didampingi penyidik Kejaksaan MBD serta PPTK melakukan audit di could storage di Desa Moain. Selanjutya, 19 April melakukan audit terhadap proyek could storage di Desa Nuwewang.

“Kedatangan tim BPKP Perwakilan Maluku ini adalah atas permohonan Kejaksaan Negeri MBD, yang bertujuan untuk melihat langsung dan melakukan audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dua unit could storage milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten MBD, ” terang Lawalatta.

Berdasarkan data yang diterima BeritaKota Ambon, pada tahun anggaran 2015, Dinas Perikanan Kabupaten MBD mengalokasikan dana sebesar kurang lebih Rp 1,9 miliar, untuk pembangunan dua unit could storage di Nuwewang dan Moain.

Naasnya, hingga saat ini kedua could storage tersebut belum digunakan. Bahkan belum dilakukan pelepasan oleh dinas terkait ke pemerintah desa untuk diberdayakan.

Proyek pembangunan could storage milik Dinas Perikanan Kabupaten MBD di Letti dan Moain dikerjakan oleh Semmy Theodorus, dibawah bendera CV. Berkat.

Namun dalam pelaksanaanya, diduga kuat terjadi bagi-bagi pekerjaan yang dilakukan secara illegal. Yakni, Semmy Theodorus mengerjakan fisik proyek, sedangkan pengadaan mesin pada proyek ini diberikan kepada John Kay yang merupakan mantan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten MBD, yang kini menjabat selaku Assisten II Setda kabupaten MBD.

Selain itu, sebelum BPKP perwakilan Maluku melakukan audit investigasi terhadap kedua proyek tersebut, awalnya tim ahli dari Unpatti Ambon telah turun langsung ke lokasi untuk melihat secara teknis, apakah kedua proyek tersebut dikerjakan sesuai kontrak atau tidak.

Ternyata terjadi kekurangan volume pekerjaan yang dikerjakan oleh Semmy Theodorus. Begitu juga dengan mesin pengelola dan pembuat es yang ditangani oleh John Kay.

Sesuai dokumen kontrak, semestinya mesin produksi es ini mampu memproduksi es sebanyak 2 ton perhari. Namun nyatanya, kedua mesin yang ada pada proyek yang dikerjakan Semmy Theodorus tersebut tidak mampu memproduksi es sebanyak 2 ton perhari, alias mesin yang dibeli sama sekali tidak sesuai spek yang diamanatkan di dalam kontrak. Bahkan ditemukan beberapa kejanggalan lainya yang ditemukan.

Akibat perbuatan kedua pihak, baik kontraktor maupun KPA pada proyek pembangunan could storage milik Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya di Letty dan Moian itu, negara diduga mengalami kerugian yang cukup besar. (GEM/SAD)

Comment