by

Korupsi Damkar MBD Masih Bergulir

Ambon,BKA- Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk Bandara Tiakur, Kabupaten MBD pada 2016 lalu, dengan nilai kontrak sebesar Rp 5 miliar lebih.

Terhadap kasus dugaan korupsi yang diduga menyeret nama mantan Kadis Perhubungan dan Informatika Kabupaten MBD, Desianus Orno alias Odie Orno, tim Korps Adhyaksa Kejati Maluku dikabarkan masih mencari bukti-bukti permulaan yang dianggap cukup untuk meningkatkan status kasus itu ke penyidikan.

Sumber jaksa yang ditemui koran ini, mengungkapkan, sejumlah bukti yang dikantongi tim berbaju cokelat itu hampir rampung. Hanya saja tim masih mempelajari sejumlah bukti-bukti permulaan, sebelum meningkatkan kasus ini ke penyidikan.

“Tim masih intens bekerja di lapangan. Kalau bukti-bukti sudah cukup, pasti sudah ditingkatkan ke penyidikan,” jelas sumber itu, Kamis (20/8).

Jika kasus tersebut dinaikan ke penyidikan, lanjutnya, maka sudah tentu tim jaksa telah menemukan indikasi korupsi di kasus tersebut. Sehingga memang diperlukan bukti yang akurat.

“Kalau dinaikan ke penyidikan, maka sudah ditemukan indikasi perbutan melawan hukum disitu. Makanya saat ini, proses penyelidikan masih bergulir. Penyelidikan dilakukan untuk mencari suatu peristiwa perbuatan melawan hukum sesuai dengan perundang-undang yang berlaku,” tandasnya.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini tim penyelidik masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk Bandara Tiakur. “Kasusnya masih penyelidikan,” kata Sapulette, Kamis (20/8).

Untuk progres selanjutnya, kata dia, merupakan kerja tim penyelidik yang menangani langsung kasus ini. “Kalau agenda selanjutnya seperti apa, itu wewenang tim. Ikuti saja proses penyelidikan yang berlangsung,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Tim Penyidilik Kejati Maluku diam-diam akan mengejar bukti-bukti tambahan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten MBD.

Hal itu dilakukan dengan mengagendakan pengumpulan bahan dan keterangan, guna memperkuat bukti-bukti untuk menjerat para pelaku yang diduga terlibat dalam pengadaan Mobil Damkar senilai Rp 5 miliar lebih pada tahun 2016 itu.

Sumber internal di Kejati Maluku mengatakan, tim penyelidik sedang menyiapkan agenda untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan di MBD. Selain itu juga, jaksa sedang membentuk tim khusus yang akan diberangkatkan ke kaupaten bertajuk Kalwedo itu.

“Jaksa sedang agendakan pemeriksaan disana (Tiakur). Selain itu, tim penyelidik juga sedang dibentuk untuk berangkat kesana melakukan penyelidikan,” ungkap sumber menolak namanya di korankan, Selasa (21/1).

Kasi Dik Kejati Maluku, Y. E. Oceng Ahmadaly, yang dikonfirmasi terkait informasi keberangkat tim jaksa ke MBD, tidak mau berkomentar. “Tidak bisa saya berbicara saudaraku,” singkat Ahmadaly.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, penyelidikan kasus ini oleh Kejati Maluku dilakukan sejak tahun 2019 lalu. Kasus ini terkuak setelah jaksa menerima laporan dari warga, yang menyebutkan, bahwa pada tahun 2015 Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten MBD mengkucurkan dana sebesar Rp 6 miliar untuk pengadaan Mobil Damkar tipe 4 yang memiliki spesifikasi khusus dan dikhususkan bagi bandara Tiakur.

Namun kontrak tersebut dibatalkan kembali atas pertimbangan waktu pekerjaan yang dianggap terlalu pendek. Selain itu pun di MBD akan menyelenggarakan perhelatan Pilkada.

Kemudian proyek ini kembali dilakukan pada tahun anggaran 2016, dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 5.580.025.000. Namun diduga mobil yang didatangkan atau dibeli oleh Dinas Perhubungan itu tidak sesuai dengan spek kontrak, karena mobil damkar tersebut bukanlah spesifikasi Mobil Damkar tipe 4 khusus untuk bandara. Melainkan Mobil Damkar biasa. Akibatnya terjadi selisih anggaran bernilai miliaran rupiah yang tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Kadishub dan Infokom MBD kala itu, Desianus Orno alias Odie Orno. (SAD)

 

 

Comment