by

Korupsi, Tiga Karyawan PDAM Saumlaki Naik Sidang

Ambon, BKA- Diduga melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana penyertaan modal Perusahan Daerah Air Minum (PDAM), tiga karyawan di kantor PDAM Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), duduk di kursi pesakitan pada Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis, (15/4).

Tiga karyawan yang telah berstatus terdakwa tersebut antaranya, dirut PDAM, Yoksan Batlayar alias Yoka (64), Kabag Keuangan, Yuliuas Watumlawar alias Ulis (50), dan bendahara Lucyana Lethulur alias Yana (36).

Sidang perdana terhadap kasus dugaan korupsi miliaran itu, dipimpin ketua majelis hakim, Cristina Tetelepta cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Nelson Sianresy.

Jaksa penuntut umum Kejari Maluku Tenggara Barat, Muhamad Adzhari Tanjung, dalam berkas dakwaan menyebutkan, ketiga terdakwa ini melakukan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal PDAM Kabupaten KKT tahun 2018 dari total dana sebesar Rp.2 miliar.
Namun yang telah direalisasikan dari kas perusahan sebesar Rp.1,5 milir. Dana tersebut dicairkan tiga tahap. Awalnya 27 Agustus, 1 Oktober, dan pencarian tahap tiga,11 Desember 2018.

Bahwa dari pengelolaan dana penyertaan modal tersebut, ketiga terdakwa tidak mengelola uang itu sesuai dengan peruntukannya. Dalam pencairan juga, ketiganya leluasa mencairkan dana sedangkan tidak didukung dengan bukti penggunaan dana yang sah.

Jaksa juga menyebut, ketiga terdakwa bekerjasama untuk penggunaan annggaran tersebut tidak sesuai dengan SOP di kantor PDAM Kabupaten KKT.

Ketiga terdakwa juga telah melakukan korupsi memperkara diri sendiri dan orang lain, sehingga negara mengalami kerugian keuangan negara sebesar Rp.1,808 miliar.
“Perbuatan ketiga terdakwa sebagaimana didakwa melanggar pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 KUHP,” tandas jaksa penuntut umum dalam berkas dakwaannya.

Usai mendengarkan dakwaan jaksa, sidang ditunda hingga Kamis 22 April 2021 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.(SAD)

Comment