by

Kota Ambon Agustus 2020 inflasi 0,43 persen

Ambon, 02/9 (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menuyatakan, Kota Ambon pada Agustus 2020 mengalami inflasi sebesar 0,43 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 106,63.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,88 persen, infasi terendah terjadi di Kotamobagu, Kediri, dan Batam sebesar 0,02 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 0,92 persen, terendah terjadi di Kota Sibolga, Banyuwangi, Tembilahan, dan Kota Bekasi sebesar 0,01 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku Asep Riyadi di Ambon, Rabu.

Dari 90 kota IHK, di Indonesia tercatat 37 kota mengalami inflasi dan 53 mengalami deflasi.

“Ranking Kota Ambon naik ke posisi ke delapan, inflasi bulanan Kota Ambon juga berada pada ranking delapan, inflasi tahun kalender ranking 27, inflasi tahun ke tahun ranking 25,” ujarnya.

10 komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kota Ambon pada Agustus 2020 diantaranya adalah angkutan udara, sekolah menengah atas, ikan layang, emas perhiasan, ikan cakalang kan tongkol, lemari pakaian, air kemasan, telur ayam ras, dan daun singkong.

Menurutnya, perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2020 di Kota Ambon secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada Agustus 2020 diketahui bahwa Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 0,43 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 106,17 pada Juli 2020 menjadi 106,63 pada Agustus 2020.

Inflasi tahun kalender Kota Ambon tercatat sebesar 1,15 persen, dan inflasi tahun ke tahun tercatat sebesar 1,59 persen.

10 komoditas utama yang mengalami kenaikan harga atau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kota Ambon pada Agustus 2020 diantaranya adalah angkutan udara (0,5924 persen), sekolah menengah atas (0,1200 persen), ikan layang (0,0930 persen), emas perhiasan (0,0823 persen), ikan cakalang (0,0388 ), ikan tongkol (0,0272 persen ), lemari pakaian (0,0224 persen) air kemasan (0,0190 persen ), telur ayam ras (0,0162 persen ), dan daun singkong (0,0159 persen ).

Sedangkan 10 komoditas utama yang mengalami penurunan harga atau yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi adalah bawang merah (-0,1570 ), cabai rawit (-0,0969 ),kangkung (-0,0814 persen), ikan selar (-0,0682 persen), bayam (-0,0496 persen), bawang putih (-0,0439 persen), cabai merah (-0,0322 persen), wortel (-0,0298 persen), sawi hijau (-0,0223 persen), dan ikan kakap merah (-0,0189 persen). (Pewarta : Shariva Alaidrus – Editor : Alex Sariwating)

Comment