by

Kota Ambon Raih Dua Penghargaan Top Digital Awards 2020

Ambon, BKA- Kota Ambon berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, dalam ajang Top Digital Awards 2020, yang digelar It Work, di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Selasa (22/12).

Penghargaan yang diterima langsung oleh Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, itu diberikan karena Kota Ambon dinilai berhasil mengimplementasi serta memanfaatkan informasi teknologi (IT), untuk meningkatkan kinerja serta memberikan layanan kepada masyarakat.

Dua penghargaan tersebut, yakni, Top Digital Implementation 2020 on City Government level bintang empat (4) dan Top Leader on Digital Implementation yang dianugerahkan kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Tidak sendiri penghargaan itu diterima Kota Ambon bersama PT Bukit Asam Tbk, PT Sasa Inti, PDAM Intan Banjar, PT Bali Towerindo Centra, PT Payfazz Teknologi Nusantara, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, PT Pertamina Geotermal Energy, Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Top Digital Awards 2020 diselenggarakan atas kerjasama IT Work dengan sejumlah asosiasi dibidang teknologi informatika dan konsultan TI independen, dengan bertemakan “Top Digital Innovation and Implementation In New Normal.

Dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate secara virtual dan kurang lebih 750 audience, beberapa pimpinan kementerian & lembaga penerima award, Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Bupati, CEO serta IT Manager serta 160 penerima anugerah Top Digital Awards 2020.

CEO Madani Solusi Internasional yang juga pemimpin redaksi majalah It Works, sekaligus ketua panitia penyelenggara top digital Awards 2020, M. Lutfi Handayani, menjelaskan event ini bukan sekedar ajang penghargaan semata, namun ada aspek pembelajarannya bagi peserta yakni bagaimana memanfaatkan dan mengimplementasikan inovasi informasi digital dimasa Pandemi Covid-19 dan menuju era New Normal.

Dikatakan, ada beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan pemenang masuk dilevel star atau bintang 5. Pertama, apakah tata kelola TI (Kebijakan, Organisasi, Penerapan sistem dan prosedur) sudah baik dan sudah dijalankan secara konsisten, dengan perbaikan yang berkesinambungan.

Kedua, implementasi teknologi digitalnya sudah berhasil dan penggunaannya terpadu di semua divisi/unit kerja serta berdampak terhadap kinerja, daya saing, dan layanan pelanggan/masyarakat.

“Ketiga, infrastruktur pendukung teknologi digital tersedia sesuai dengan kebutuhan saat ini dan dapat dikembangkan terus untuk kebutuhan di masa mendatang. Keempat, sejauh mana implementasi TI/teknologi digitalnya, layak direkomendasikan kepada perusahaan/instansi lain,” jelas Lutfi.

Sementara itu, ketua dewan juri top digital awards 2020 Kalamullah Ramly mengaku, penjurian dilakukan selama tiga bulan secara online hingga menetapkan 160 finalis. Dari seleksi awal 800 calon peserta dan hasilkan 200 kandidat dalam implementasi dan pemanfaatan inovasi teknologi digital.

Tahapan penjurian kata dia, pertama, market research terhadap vendor dan produk TI TELCO/solusi teknologi digital. Kedua monitoring, riset, dan seleksi oleh dewan juri dibantu tim business research MSI Group, terhadap perusahaan dan instansi pemerintah di Indonesia yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan TI TELCO/Solusi Teknologi Digital untuk meningkatkan kinerja, layanan, daya saing bisnisnya serta memberikan layanan kepada masyarakat.

“Tahapan berikut, sesi presentasi dan wawancara secara daring. Dalam sesi ini, dewan juri memberi masukan dan saran/rekomendasi kepada para peserta tentang pengembangan solusi TI dan transformasi digital yang perlu dilakukan kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, Menkominfo Johnny G Plate
secara daring mengapresiasi majalah It Works yang didukung beberapa lembaga dan asosiasi konsisten menggelar Top Digital Awards setiap tahunnya sebagai bentuk motivasi dan dukungan bagi lembaga dan pemerintah daerah dalam meningkatkan dan mengimplementasikan inovasi digital informasi.

“Semoga kerja keras dan kerja kolaboratif yang kita lakukan sekarang dapat meningkatkan resiliensi bangsa kita, bangsa Indonesia serta mempercepat perwujudan masyarakat digital di Indonesia yang maju menuju tahun 2022 diharapkan 12 ribuan lebih desa, kelurahan di Indonesia akan terlayani Internet atau 4G,” harapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler mengaku, kedua penghargaan ini sebetulnya merupakan prestasi bukan saja bagi Walikota, Wakil Walikota atau Sekretaris Kota dan jajaran, tapi keberhasilan ini bagi seluruh warga masyarakat yang ingin memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian kehidupan bermasyarakat dengan memanfaatkan digital sebagai alat untuk tidak saja sekedar berkomunikasi tetapi melakukan aktivitas ekonomi dan lainnya.

Menurutnya, setiap penghargaan sesungguhnya adalah tantangan karena harus mampu untuk mempertahankannya bahkan meningkatkannya. Dimana pada kategori Top Digital implementation 2020 tahun kemarin Kota Ambon mendapat bintang tiga dan tahun ini memperoleh bintang empat.

“Apa yang sudah kita capai hari ini kita harus berusaha untuk mempertahankan ditahun-tahun mendatang. Kita harus lebih lagi tingkatkan kerja kita dibidang digitalisasi informasi terutama dalam layanan publik sehingga masyarakat kota Ambon mendapat manfaatnya. Sehingga Insya Allah tahun depan kita bisa naik ke bintang 5,” kuncinya. (MCAMBON)

Comment