by

KPK Tipikor SBT Resmi Dilantik

Ambon, BKA- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Komisi Pengawas Korupsi (KPK), Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) resmi dilantik, di Gedung Serbaguna Dinas Kesehatan Kota Bula, Senin (26/10).

KPK Tipikor SBT dilantik langsung oleh Ketua DPW Provinsi Maluku Junus Tipka sekaligus pemasangan tanda jabatan oleh Asisten Sekda SBT Idris Boufakar.

Ada 36 anggota yang ikut dilantik sebagai Pengurus DPC dari 4 Kecamatan di Kabupaten SBT. Dalam pelantikan ini sekaligus dirangkai dengan Bimtek.

Junus Tipka, dalam sambutannya menuturkan bahwa, profil KPK Tipikor harus sampai ke tataran bawah, baik 15 kecamatan sampai 198 tingkat desa yang ada di Kabupaten SBT.

“KPK TIPIKOR ini bekerja untuk rakyat, membantu sesama, maka kehadiran kita ke depan, harus sampai ke bawah, bila perlu DPC harus ada anak cabang atau ranting, dan kita adalah mitra lembaga penegak hukum,” ucap Ketua DPW Provinsi Maluku Junus Tipka.

Dalam kesempatan tersebut Junus mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus DPD dan DPC, KPK Tipikor ikut mengawasi korupsi di Kabupaten SBT.

Menurut Tipka, KPK Tipikor sudah menjalin kerjasama dengan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk terlibat dalam mengawasi korupsi. “Jika ditemukan dua alat bukti, KPK Tipikor akan berkoordinasi dengan KPK RI,” katanya.

Tipka mengatakan rasa kekeluargaan dan solidaritas KPK Tipikor sangat hangat dan erat bukan hanya diantara kader DPC, ataupun DPD saja ditingkat DPW pun harus sama.
Setelah resmi dilantik, Ketua Umum DPD KPK Tipikor SBT, Astuti Rumfot menyampaikan bahwa ia siap mengemban amanah dan menjalankan tugas yang mulia ini.

“Saya siap mengemban amanah ini, ini tugas berat tapi ingat ini juga tugas yang mulia, kita menyelamatkan Pancasila dan NKRI, dan itu semua tak lepas atas kerjasama kita semua, kita akan siap mengawal pelaku pengguna rupiah di Provinsi Maluku ini, dan kita juga sudah bermitra bersama Kejati, Polda dan juga KPK RI,” tuturnya.

Dirinya juga mengajak seluruh jajaran KPK Tipikor untuk mengawal para pengguna anggaran rakyat. “Mari kita kawal dan kita sadarkan bersama para pengguna anggaran uang rakyat, kita selamatkan negara Indonesia ini, tentu ini perlu dilakukan dengan keseriusan,” ajaknya.

Rumfot juga mengharapkan Pemerintah Daerah dan untuk Pengurus KPK Tipikor yang baru dilantik dapat menjalin kerja sama dan mampu bersilaturahmi bersama untuk mengawal anggaran untuk dikelola secara tertib dan benar.

“Mari kita bersama mengawal anggaran daerah yang bersumber dari APBN dengan hadirnya lembaga ini di Bumi Ita Wotu Nusa,” ungkapnya.

Kata dia langkah utama setelah pengukuhan 36 anggota tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pengawasan maupun memantau semua yang berkaitan dengan anggaran negara.

“Untuk melaksanakan program kerja, kita akan start atau mulai dengan membangun komunikasi ke semua elemen masyarakat dan pemerintah maupun swasta agar sepakat Untuk memerangi korupsi. Upayanya dengan pendekatan sosial, pendidikan dan cara budaya,” kata Rumfot.

Wanita yang kerap disapa Tuti ini juga menuturkan, akan terus bersinergi kepada pemerintah daerah setempat dalam memantau pelaksanaan alokasi anggaran, supaya tepat sasaran.

“Berkoordinasi dengan semua lapisan yang menggunakan anggaran negara. Dan kita bisa memonitoring proses pelaksanaan yang baik dan benar sehingga pengelolaan tepat guna. Ini menjadi tujuan dan target pertama untuk kegiatan tindakan komisi pengawasan korupsi,” lanjut dia.

“Nantinya DPD akan rapat kerja dan rapat pengurus berdasarkan divisi dan substansi untuk membentuk DPC lainnya di semua kecamatan yang ada di SBT,” tukas Rumgot. (BKA-2)

Comment