by

KPU Bursel Temukan 3.000 Surat Suara Rusak

Ambon, BKA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menemukan sebanyak 3000 lembar lebih lembar surat suara untuk Pilkada 2020 yang rusak.

Kerusakan surat suara itu juga terdapat pada surat suara yang terdapat dalam box Pemungutan Suara Ulang (PSU), sebanyak 300 lembar lebih.

Jumlah itu merupakan akumulasi dari proses sortir dan pelipatan surat suara yang dilakukan KPU Bursel selama dua hari.

Ketua KPU Bursel, Sarif Mahulauw, mengatakan, pada proses Pilkada Bursel 2020, pihaknya menerima sebanyak 48.253 surat suara, yang terbagi dalam 24 box utuh yang ditambah setengah box. Sehingga total box yang diterima KPU Bursel, sebanyak 25 box.

Jumlah itu, lanjutnya, ditambah lagi dengan satu box surat suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang berjumlah 2000 lembar. Semua itu sudah melalui proses penyortiran, pelipatan dan pengepakan.

Dari jumlah tersebut, terangnya, ditemukan 3000 lebih surat suara yang tidak memenuhi syarat standar ketentuan yang ditetapkan, sehingga dianggap rusak. Sama halnya dengan 300 lebih surat suara PSU.

Mengatasi kerusakan tersebut, kata Mahulauw, pihak sudah berkoordinasi dengan PT Pura Barutama selaku perusahan yang dipercayakan mencetak surat suara.

Alhasil, pihak perusahan menyanggupi menggantikan surat suara yang rusak tersebut dengan yang baru. Khusus untuk 3.000 lebih surat suara, pihak perusahan sudah menggantikan dan telah diterima KPU Bursel.

Sementara untuk surat suara PSU, masih dalam proses pencetakan. Sehingga dalam waktu dekat, akan diterima KPU Bursel.

“Alhamdulillah, pihak perusahan sudah bisa memenuhi pergantian surat suara yang rusak dan sudah tiba di KPU Bursel pagi kemarin, dan sementara dalam proses pelipatan dan pengepakan. Sedangkan surat suara PSU, masih dalam proses pencetakan,” ujar Mahulauw.

Sementara proses distribusi logistik pada 79 desa yang tersebar di enam kecematan yang terbagi dalam 201 TPS, rencananya akan disalurkan pada 6 Desember.

“Khusus transportasi lewat laut dengan menggunakan spedboat pada kecamatan, Leksula, Fena Fafan dan Kapala Madan. Tiga kecamatan lainnya lewat transportasi darat,” pungkas Mahulauw.(RHM)

Comment