by

KPU Gandeng PKK Ciptakan Perempuan Sadar Pemilu

AMBON-BKA, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat, terutama kaum perempuan pada setiap momen pemilu.

Untuk itu, sesuai program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang diluncurkan KPU Pusat, KPU Provinsi Maluku menggandeng PKK Povinsi Maluk untuk menciptakan perempuan sadar pemilu.

Kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk MoU bersama, yang diteken Ketua KPU Provinsi Maluku, Syamsul Rifan Kubangun, dengan Ketua TP-PKK Maluku, Widya Pratiwi Murad, terkait tentang Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Basis Keluarga Perempuan Sadar Pemilu Serentak.

Baca juga: Gandeng DBL Seleksi Pebasket Terbaik Ambon

Widya mengaku menyambut baik program KPU tersebut, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama kaum perempuan dalam berdemokrasi.

“Pasti saya merasa bangga, bahwa ternyata kami dari tim PKK Provinsi Maluku diikut sertakan terlibat dalam program dari pusat, terkhususnya program KPU Provinsi Maluku,” katanya, di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (3/8).

Untuk itu, Widya menginstruksikan kepada jajarannya, agar dapat memaksimalkan program pendidikan pemilih keluarga perempuan dalam mensukseskan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan di daerah masing-masing.

“Kami juga mempersilahkan KPU dan perangkatnya agar dapat memaksimalkan jaringan PKK di tingkat desa demi kepentingan program pendidikan pemilih di desa,” kata Widya.

Dirinya berharap, kerjasama KPU dengan TP-PKK di Maluku dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam pemilu dan pemilihan. Dikatakannya, sesuai data KPU, perempuan adalah populasi pemilih terbesar.

Baca juga: Dinkes-Kwarda Lakukan Vaksinasi Massal

Pada pemilihan gubernur, bupati dan walikota di Maluku tahun 2018, dari daftar pemilih tetap sebanyak 1.189.201 pemilih, terdapat pemilih perempuan yang terdaftar sebanyak 604.155 pemilih atau 50,80 persen dari total jumlah pemilih.

“Dari jumlah itu hanya 418.429 pemilih perempuan yang menggunakan hak pilihnya di TPS. Masih ada sebanyak 175.276 perempuan yang tidak menggunakan hak pilihnya di TPS,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut dia, angka partisipasi perempuan tidak hanya berarti secara statistik. Namun memberikan dampak politik bagi tidak tersentuhnya pengarus-utamaan isu-isu politik di dalam kebijakan pemerintahan dan agenda-agenda demokrasi.

Baca juga: Harap HUT RI dan Maluku Bawa Perubahan

“Karena itu selaku Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, saya mengimbau dan mengintruksikan para Ketua TP-PKK Kabupaten dan Kota agar dapat memaksimalkan program pendidikan pemilih keluarga perempuan dengan menyukseskan program desa peduli pemilu dan pemilihan di daerahnya masing-masing dengan menggerakkan kader-kader PKK,” tandasnya.

Ia berharap, kerjasama ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi tingginya angka partisipasi perempuan dalam Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 yang akan datang, terutama di Provinsi Maluku.(RHM/MG-2)

Comment