by

KPU SBT Jadwalkan Debat Kandidat

Ambon, BKA- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Seram Bagian Timur (SBT), telah menjadwalkan waktu debat kandidat calon bupati dan wakil bupati SBT periode 2020-2025. Debat tersebut akan berlangsung pada 17 November pekan depan.

Lokasi debat akan dipusatkan di gedung Serbaguna, Jalan Air Kabur-Kabur, Desa Administratif Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten SBT.

“Debat kandidat, sebagaimana jadwal yang kami sampaikan kepada paslon bupati dan wakil bupati SBT itu, kami tetapkan pada 17 November 2020” ucap Komisioner KPUD SBT, Heder Boften, kepada koran ini, Senin, (09/11).

Diakuinya, pelaksanaan debat kandidat Pilkada serentak 2020 ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, para peserta nantinya akan dibatasi. Yakni peserta hanya empat orang, sesuai dengan ketentuaan protokol Covid-19.

“Pelaksanaannya senantiasa memperhatikan protokoler kesehatan. Seperti ketentuan yang kami sudah sampaikan, bahwa setiap pasangan calon hanya datang dengan empat orang yang diutuskan. Baik LO maupun tim sukses” ucap Boften.

Koordinator Devisi Sumber Daya Manusia (SDM) ini juga mengatakan, rencana pelaksanaan debat tersebut, akan dimulai mulai dari pukul 16.00 WIT hingga selesai.

“Kami berharap agar semua pasangan calon bisa hadir untuk menyampaikan visi misinya,” pesannya.

Selain itu, Boften juga membeberkan para panelis yang akan dihadirkan oleh KPUD SBT dalam debat kandidat tersebut. Diantaranya, para dosen yang berasal dari Universitas Pattimura Ambon sebanyak lima orang. Kelima pinalis tersebut dinilai memiliki keahlian di bidang masing-masing.

“Panelis dari UNPATTI Ambon ini memiliki keahlian diberbagai bidang. Seperti kata Bidang Politik, Pemerintahan, Hukum, Perikanan, Pendidikan, Ekonomi, dan semua yang akan dibigraon dari visi misi calon Bupati dan wakil bupati” sebutnya.

Ditanya soal sesi debat, Boften menambahkan, secara teknis pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para panelis dan moderator untuk dibagi dalam beberapa sesi.

“Tapi gambaran kami, akan dibagikan dalam tiga sampai empat sesi. Dan kami hanya melakukan satu kali debat saja,” ungkapnya.

Karena keterbatasan akibat Pandemi Covid-19, lanjut Boften, debat tersebut nantinya akan ditayang secara langsung oleh salah satu stasiun TV nasional di Maluku. Dan akan dilakuka. Live streaming melalui akun Facebook dan Youtube.

“Dan nantinya dilakukan live melalui akun Facebook dan YouTube TVRI Maluku. Jika ada partisipasi masyarakat harus taat protokoler kesehatan,” tutupnya. (BKA-2)

Comment