by

KPU SBT Sosialisasi Sirekap

Ambon, BKA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Seram Bagian Timur (SBT), melakukan sosialisasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020, di Aula Kantor KPU SBT, Jumat (23/10).

Sosialisasi Sirekap tersebut dihadiri Koordinator Divisi Teknis KPU Provinsi Maluku Khalil Tianotak, Koordinator Devisi Teknis KPU SBT Taip Wangsi, Koordinator Devisi Program dan Data KPU SBT Amnun Naqib. Hadir juga masing-masing tim penghubung atau LO dari pasangan calon Bupati dan wakil Bupati SBT.

Khalil Tianotak, mengatakan, pada Pilkada serentak tahun 2020, KPU akan menerapkan penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara secara resmi, dengan menggunakan aplikasi Sirekap.

“Penerapan Sirekap ini dimaksudkan untuk meminimalisir kesalahan penghitungan dan rekapitulasi, serta melakukan efisiensi serta transparansi penghitungan dan rekapitulasi hasil pemilihan,” jelasnya.

Anggota KPU Provinsi Maluku ini pun mengakui, sistem yang digunakan dalam Sirekap untuk wilayah SBT, belum mencakup keseluruhan. Karena masih ada sejumlah wilayah yang belum memiliki jaringan internet.

“Dimana kondisi wilayah di beberapa daerah Seram Bagian Timur, masih banyak yang belum memiliki sinyal yang baik,” ucapnya.

Dengan penggunaan Sirekap, maka akan ada beberapa perubahan pada nama formulir. Seperti Formulir C6 undangan, berubah menjadi surat C pemberitahuan. Formulir C1 hasil perhitungan suara, dirubah menjadi surat C Hasil. Formulir C7, dirubah surat C daftar hadir.

“Dan untuk diketahui, kapasitas jumlah di satu TPS, awalnya melingkupi 800 orang pemilih, sekarang, satu TPS hanya bisa menampung 500 orang pemilih. Dan seluruh bakal pasangan calon yang maju dalam Pilkada, semuanya dalam kondisi sehat, tidak ada satupun bakal calon yang terjangkit Covid-19,” jelas Anggota KPU Provinsi Maluku tersebut.

Selain itu, katanya, karena kondisi pandemi Covid-19, maka semua proses tahapan pemungutan suara pada saat di Tempat Pemungutan Suara (TPS), harus sesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan.

“Pemilih dan saksi masing-masing pasangan calon harus menggunakan masker, dan apabila menggunakan masker, maka tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam TPS,” pungkasnya.(BKA-2)

Comment