by

Kualitas Jembatan MBD Dipertanyakan

Ambon, BKA- Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Anos Yermias, mempertanyakan kualitas jembatan yang dikerjakan Dinas PUPR Maluku di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Sebab banyak jembatan di kabupaten itu yang telah mengalami kerusakan, karena proses pengerjaan yang kurang berkualitas.

Hal itu diketahui, setelah Komisi III DPRD Maluku menindaklanjuti semua surat masuk, yang salah satunya dari MBD.

“Terhadap surat masuk yang disampaikan, banyak masyarakat yang ingin memperjuangkan, apa yang mereka alami selama ini, yang bagi mereka belum sepenuhnya menjadi perhatian dari pemerintah,” ungkap Anos, Kamis (29/4).

Misalnya, pada proyek jalan dan jembatan yang ada di Pulau Babar. Banyak sekali keluhan masyarakat, karena kurangnya perwatan jembatan dari Pemerintah Provinsi Maluku, sehingga jembatan tersebut mengalami kerusakan. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan yang terkadang merengut korban jiwa.

Ada juga kondisi jembatan yang tidak bisa dilewati alat berat, karena pembangunannya tidak sesuai klasifikasi betonnya. Namun kondisi itu tetap dipaksakan untuk dilewati alat berat. Akibatnya, sebagian jembatan runtuh.

“Jalannya sudah dibangun puluhan tahun lalu dan belasan tahun lalu. Terhitung sejak tahun 2011 hingga 2013, ada terdapat beberapa pembangunan jembatan. Tapi rata-rata jembatan itu, karena kualitasnya juga tidak terlalu baik, sehingga ada jembatan yang alami runtuh atau roboh, akibat fisiknya yang jelek,” akui Anos.

Untuk itu, dia akan meminta Komisi III DPRD Maluku agar memanggil PUPR Provinsi Maluku, untuk membicarakan kondisi tersebut. “Nanti kita juga akan minta ke komisi untuk memanggil PUPR, untuk kita bicarakan itu,” terangnya.

Selain itu, lanjut Yermias, ada juga masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan di wilayah Noka-Noka, yang rentang terjadi kecelakaan. Sebab jalannya sempit, berlubang, dan telah ditutup rumput.

“Faktanya memang sering terjadi kecelakaan, seperti yang disampaikan warga setempat. Dan kami juga sudah meminta PUPR untuk diutamakan pembenahan di Noka-Noka,” tandas Anos. (RHM)

Comment