by

Kualitas Siswa Tak Bisa Diukur

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri Negeri Lama, Sarlota Wacanno, mengaku sulit melakukan penilaian terhadap hasil Belajar Jarak Jauh (BJJ), yang masih terus diberlakukan pemerintah hingga saat ini.

Selama BJJ, katanya, siswa didampingi oleh orangtua. Berbeda dengan proses belajar mengajar di sekolah, yang bisa secara langsung dinilai oleh guru.

“Memang benar, BJJ berpengaruh terhadap kualitas anak-anak, kalau kita bandingkan dengan belajar normal di sekolah. Kenapa? Guru sulit menilai siswa, apakah dia pahami materi pelajaran atau tidak selama pembelajaran di rumah. Sebab proses belajar mereka dikawal langsung oleh orangtua. Bisa saja tugas-tugas tidak dikerjakan oleh siswa. Jadi memang di rumah ini kita tidak dapat mengukur dan itu pasti berpengaruh terhadap kualitas,” ungkap Wacanno, Minggu, (28/2).

Hal tersebut, lanjut dia, tentu akan tetap sama dengan proses penilaian pada penentuan kelulusan maupun kenaikan kelas di tahun ajaran 2020/2021 mendatang. Bahwa secara teknis, katanya. pihaknya akan mencari strategi yang tepat untuk mendapatkan nilai yang sesuai. Tapi tetap saja akan terkendala, karena masih dilarang tatap muka akibat pandemi yang masih menyebar di Kota Ambon.

“Yang pasti, tidak mungkin kita mematikan anak-anak ini punya masa depan hanya karena wabah Covid-19 ini. Memang kita lebih mementingkan anak-anak tetap dalam kondisi yang sehat, namun disisi lain juga, mereka tidak boleh ketinggalan dalam belajar. Jadi kita terus upaya carikan strategi, bagaimana caranya mendapatkan nilai yang sesuai untuk mengukur kualitas mereka selama BJJ, dengan tetap mematuhi protokoler kesehatan,” jelasnya. (LAM)

Comment