by

Kuliah Tatap Muka IAIN Tergantung Keputusan Pemkot

Ambon, BKA- Wakil Rektor (WR) Bidang Akademik dan Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Prof. Dr. La Jamaa, mengatakan, untuk pola perkuliahan di IAIN pada semester genap Maret mendatang, sangat bergantung pada keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Memang untuk saat ini, IAIN Ambon masih melaksanakan pola perkuliahan secara Daring. Namun untuk semester genap mendatang, pihaknya telah mendapatkan ijin melaksanakan pola perkuliahan tatap muka dari Kementerian Agama (Kemenag) maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Namun, lanjutnya, bila belum ada ijin dari Tim Satgas Penanganan Covid-19 maupun Pemkot Ambon, maka IAIN Ambon belum bisa melaskanakan perkuliahan tatap muka. Melainkan tetap melaksanakan perkuliahan secara Daring.

“Sebab Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Pemkot Ambon diberikan kewenangan untuk memutuskan, disesuaikan dengan perkembangan Covid-19. Jadi, kalau misalanya di Kota Ambon masih zona orange sekarang ini, kita juga belum dapat memastikan kuliah tatap muka di semester genap bulan Maret. Walaupun kita sudah dijinkan oleh Kemenag dan Kemendikbud,” ungkap Jamaa, diruang kerjannya, Selasa (5/1).

Dia mengaku, untuk tetap mempertahankan kualitas pelaskanaan perkuliahan Daring, masih sangat membutuhkan kesiapan sarana dan prasarana yang memadahi, khusus bagi mahasiswa.

Tapi berbagai kendala itu tidak bisa dijadikan alasan untuk memaksakan diri melakukan perkuliahan secara tatap muka, mengingat masih adanya penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat Kota Ambon.

Untuk itu, dia berharap, pandemi Covid-19 cepat berakhir, agar aktivitas perkuliahan dapat kembali berjalan normal. “Itu kendala kita di Maluku, bahwa masih minimnya akses internet juga letak geografis. Sebab, rata-rata mahasiswa kan dari kampung. Yang karena pandemi, mereka pulang ke kampung halaman. Persoalannya, meskipun di kampung, tapi harus tetap mengikuti kuliah. Akibatnya, tidak bisa dipungkiri kalau kuliah Daring tidak maksimal. Kalau kita bandingkan dengan daerah lain, sebenarnya kuliah Daring bukan hal baru. Mereka sudah lakukan itu sejak lama, karena memang ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadahi. Nah, itu tidak bisa kita paksakan di Maluku dengan berbagai keterbatasan yang ada. Sehingga kita terus berharap, agar Covid-19 ini selesai, supaya proses kuliah bisa berjalan seperti semula lagi,” harap Jamaa. (LAM)

Comment