by

La Hamidi Nyatakan Sikap Menangkan SMS-GES

Ambon, BKA- Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru Selatan, La Hamidi menyatakan sikap siap bekerja keras dalam memenangkan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bursel, Safitri Malik Soulissa-Gerson Eliazer Selsily di Pilkada 2020.

Walaupun sempat tidak memiliki rekomendasi partai PAN untuk mencalonkan dirinya sebagai calon bupati buru selatan, anggota DPRD 3 periode itu, tetap konsisten mengikuti instruksi perintah DPP partai PAN.

“Intinya kita butuh kerja keras, saya selaku pribadi dan orang partai tetap bekerja semaksimal mungkin untuk memenangkan partai PAN dan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan, berdasarkan instruksi DPP partai PAN sehingga perlu untuk meyakinkan masyarakat dalam kemenangan SMS-GES,” ungkap La Hamidi di ruang kerjanya lantai 2 kantor DPRD Bursel, beberapa waktu lalu.

Selaku Penanggung Jawab Kemenangan Paslon SMS-GES di Kecamatan Leksula Kepala Madan itu menjelaskan bahwa di Kepala Madan dan Leksula hampir rata-rata orang Sulawesi Tenggara yang berbeda-beda karakter sehingga dirinya optimis bisa memenangkan SMS-GES nantinya.

“Pada prinsipnya kita tetap kerja keras, baik tim maupun partai dan kandidat untuk melakukan pendekatan di masyarakat pada Pilkada ini. Sehingga untuk memenangkan kandidat SMS-GES harus berupaya dan kerja keras berdasarkan intruksi dan perintah dari DPP partai PAN,” pungkas Ketua Koordinator Anggota Legislatif DPRD Partai Koalisi Pengusung SMS-GES itu.

Sementara itu, dari tiga paslon di Pilkada Bursel, Ketua Pemuda Desa Waehotong Lama, La Nudin Buton mengatakan, masyarakat Desa Waehotong Lama, Kecamatan Kepala Madan, Bursel sudah menyatakan sikap untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati, Safitri Malik Soulisa dan Gerson Eliazer Selsily, ketimbang paslon lain yang selama ini menghilang 10 tahun.

“Kita warga Waehotong Lama, telah sepakat tanggal 9 Desember bulan mendatang coblos Paslon nomor urut 3 ketimbang Paslon lain,” tegas La Nudin, Selasa (27/10).

Sementara dua Paslon yang lain, menurut Tokoh Pemuda Buton ini yang satu pernah bertarung 10 tahun lalu sebagai wakil bupati berpasangan dengan Antonius Lesnussa, terus menghilang kini kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Bursel dan mengaku ‘Anak Kampong’, sedangkan yang satu lagi Elisa Lesnussa yang sudah lama menjadi penduduk Jayapura, dengan ada pemilihan baru muncul, tapi selama ini mereka semuanya ada dimana dan apa pernah melihat masyarakat.

“Jang dong (mereka) su dengar mau Pilkada Kabupaten Bursel lalu dong bilang dong itu anak kampung/Ajaib maupun mangaku suku Buton, kemudian yang satu paslon lain bilang katong anak adat Bursel yang su lama meninggalkan Negeri Kai Wait dan tinggal di Jayapura Provinsi Papua,” ujarnya.

Apa lagi kedua Paslon tersebut, kata La Nudin warga Waehotong Lama tidak kenal dengan mereka, namun yang selama ini dekat dan selalu ada untuk warga hanya istri Bupati yang kini mencalonkan diri sebagai Bupati dan sudah menjadi komitmen warga untuk memenangkan pertarungan 90 persen bahkan bisa mencapai 99 persen suara.

“Semuanya ini Katong seng kanal dorang, yang katong kanal Paslon Hj Safitri dan Pak Gerson dengan nomor urut 3 yang sudah lama katong kanal dan katong warga di desa ini su sepakat akan memilih/mencoblos Paslon SMS-GES, yang lain katong seng kanal,” pungkasnya. (RHM)

Comment