by

Lagi, Adolof Saleky Minta Willem Patty Hadirkan Dipersidangan

Ambon, BKA- Kuasa hukum terdakwa mantan Dirut Kepatuhan Bank Maluku-Malut ,Izaac Thenu, Adolof Saleky untuk kedua kalinya, meminta kepada majelis hakim agar menghadirkan mantan Direktur Pemasaran Bank Maluku Malut Willem Patty untuk dihadirkan dalam persidangan lanjutan kasus repo bank Maluku.

Hal ini disampaikan dosen pidana Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Maluku itu, lantaran keterangan mantan Direktur Pemasaran Bank Maluku Malut Willem Patty berbeda dengan keterangan saksi lain yang dihadirkan dalam sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penjualan dan pembelian (reverse repo) surat-surat hutang/obligasi pada kantor pusat PT.Bank Pembangunan Daerah Maluku Tahun 2011 sampai dengan 2014.

Dalam sidang lanjutan yang dipimpin Pasti Tarigan selaku Hakim ketua di pengadilan Tipikor Ambon Rabu (31/3), jaksa penuntut umum Achmad Attamimi cs menghadirkan dua saksi dari devisi trisury selaku devisi dibawah komando Direktur Pemasaran.
Kedua saksi yang dihadirkan yakni Yanti Khari Kasubdiv Trisury dan Muhamad Balsalama yang duduk di bidang Analis Divisi Trisury.

Kedua saksi yang dihadirkan mengungkap kebohongan yang disampaikan eks Dir Pemasaran Willem Patty dalam sidang sebelumnya.

Saksi Kres Balsalama selaku Analis divisi trisury dalam keterangannya membeberkan soal denda Rp.100 juta yang bebankan Bank Indonesia kepada Bank Maluku lantaran tidak melaporkan produk baru dari kerjasama Repo Obligasi maupun MTN.

Beber Balasama, denda yang dibebankan tersebut ditangung dan dibayarkan oleh Bank Maluku Malut dimana keterangan tersebut diperkuat lewat bukti yang ditunjukan kepada Majelis Hakim. Keterangan Basalama ini menunjukan bahwa keterangan yang diberikan Willem Patty tidak benar. Dalam sidang sebelumnya Willem yang memberikan keterangan dibawah sumpah mengatakan denda Rp.100 Milyar ditanggung seluruh Direktur di Bank Maluku Malut secara pribadi, dengan biaya tanggungan sebesar Rp.25 juta untuk empat Direktur.

Selain persoalan keterangan Wellem Patty, saksi juga mengungkapkan bahwa sejak kerjasama Repo Obligasi berjalan Divisi Trisury dibawah Komando Direktur Pemasaran Willem Patty tidak pernah meminta analisa dari Direktur Kepatuhan yang saat itu dijabat Isack B Thenu, padahal menurutnya analisa merupakan hal yang wajib dilakukan.
“Yang mulia,permintaan analisa Repo Obligasi dari Direktur pemasaran tidak pernah diajukan,”ungkap Basalama saat dicecar Hakim.

Keterangan Balsalama diperkuat keterangan Kasubdiv Trisuri, Yanti. Yanti mengatakan Devisi tidak pernah meminta kajian operasional dari Direktur Kepatuhan saat mengetahui transaksi Repo bermasalah.
Menemukan adanya perbedaan keterangan antara sejumlah saksi dengan Willem Patty untuk kesiakian kalinya, Kuasa Hukum Izaac Thenu, Adolof Saleky kembali mengajukan permintaan untuk kembali menghadirkan Willem Patty dalam persidangan kepada JPU melalui majelis Hakim.

“Ini keterangan saksi berbeda lagi, kami minta kalau bisa pak Willem Patty kembali dihadirkan dalam sidang lanjutan nanti,”pinta Saleky.
Terhadap permintaan Saleky, JPU Achmad Attamimi mengatakan akan mempertimbangkan permintaan kuasa hukum tersebut.
“Yang mulia, untuk permintaan kuasa hukum terdakwa,nanti kita pertimbangkan dulu,”tandas Attamimi.(SAD).

Comment