by

Lagi, Supir Angkot Mengadu ke DPRD

Ambon, BKA- Puluhan sopir angkutan kota (angkot) jurusan Baguala-Teluk Ambon, kembali mengadu ke DPRD Kota Ambon. Mereka protes terhadap izin operasi angkutan antar-kota dalam provinsi (AKDP) yang masih melintasi jalur pusat kota.

Aksi protes puluhan sopir angkot ini akhirnya diterima langsung oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar, Selasa (20/10). Hadir pula Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Robby Sapulette, guna membahas keluhan para sopir angkot itu.

“Persoalan ini disampaikan ke seluruh anggota komisi untuk dicarikan solusi. Tadi (kemarin) sudah ada Dishub Kota Ambon untuk melihat persoalan ini. Artinya persoalan ini akan kita kawal, agar ada kejelasan dari Dishub Provinsi,” ungkap Gunawan, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (20/10).

Sementara itu, Plt Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette menjelaskan, aksi protes para sopir angkot jurusan Teluk Ambon Baguala ini terkait angkutan AKDP yang masih saja menggunakan jalur pusat kota. Padahal, angkutan AKDP sudah tidak diizinkan untuk beroperasi di pusat kota.

“Jadi ini terkait adanya AKDP yang beroperasi, dalam pandangan mereka (sopir angkot) tidak sesuai dengan jalur. Bahwa AKDP ini melewati jalur angkot seperti Batumerah kemudian menuju arah terminal. Padahal harusnya AKDP ini melewati jalur underpass JMP kemudian menuju terminal Batumerah. Tapi kenyataannya AKDP ini masuk daerah pusat kota,” ungkap Sapulette.

Menurut dia, pihaknya sebelumnya telah mengatur agar AKDP tidak lagi beroperasi menggunakan jalur yang dilintasi angkutan kota. Dan saat dilakukan penindakan terhadap angkutan AKDP yang melanggar, ternyata ada surat izin yang diberikan Dishub Provinsi Maluku.

“Ketika kita lakukan penindakan, ternyata masih ada surat dari Dishub Provinsi yang lama, bahwa ada izin bagi AKDP yang melewati jalan Jenderal Sudirman dan masuk Pusat Kota. Dan para sopir angkot ini sebenarya juga masih menunggu koordinasi, cuma karena mereka tidak tahan, sehingga langsung mendatangi DPRD,” tuturnya.

Sapulette mengaku, pihaknya telah memprakarsai untuk nantinya bertemu dengan Kepala Dishub Provinsi Maluku untuk membahas persoalan ini. Bahkan pihaknya juga akan mengundang Ditlantas Polda Maluku maupun Polresta Pulau Ambon, guna membahas kepastian jalur bagi angkutan AKDP.

“Yang jelas AKDP itu haru memperhatikan kondisi volume lalu lintas pada pusat kota. Sehingga AKDP itu harus kita arahkan untuk masuk ke terminal Ongkoliong atau Batumerah. Tidak diperkenankan masuk ke pusat kota. Nanti kita lihat kejelasannya usai rapat nanti. Dan harus membangun kesepakatan bahwa AKDP tidak boleh masuk pusat kota, karena terminalnya sudah ada di Ongkoliong,” tegas dia.

Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya hanya memberikan izin sementara bagi angkutan AKDP trayek Alang dan Liliboy.

“Cuma bagi AKDP yang kita berikan izin masuk sementara bagi Alang dan Liliboy. Setelah berkordinasi dengan berbagai pihak di Ongkoliong, tapi belum ada area bagi Alang Liliboy. Sehingga masih diperkenankan masuk. Tapi kita akan lihat, jangan sampai ada akal-akalan terjadi di sana, bahwa lalu mereka izin untuk dikeluarkan lagi Alang dan Liliboy. Makanya kita minta Provinsi untuk nanti batasi izin bagi AKDP,” tutup Sapulette. (UPE)

Comment