by

Lagu “Ale Itu Lonte” Rendahkan Kaum Hawa

Sempat viral dan dinilai meresahkan masyarakat, lagu berjudul “Ale ItuLonte”, ditanggapi Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Menurutnya,lagu yang diciptakan salah satu penyanyi dan juga Youtuber asal Maluku bernama Emola, ini telah merendahkan kaum perempuan secara pribadi.

Walikota Ambon dua periode ini menilai, dalam menciptakan sebuah lagu, seorang seniman harus punya nilai-nilai kultural. Dan dengan beredarnya lagu tersebut, banyak masyarakat khusus kaum perempuan di Kota Ambon, sangat merasa dihina lewat lagu penuh kontroversial itu.

Ia mengatakan, tidak ada yang melarang seseorang untuk berkarya. Asalkan ciptaan itu, mempunyai unsur mengedukasi. Dan itu, tidak ada dalam lagu yang dibawakan Emola itu.

“Tidak ada yang melarang untuk berkarya. Cuma, kita juga harus menjaga nilai-nilai kultural. Jangan sampai karya yang dihasilkan, dia merendahkan kita punya kaum perempuan. Kan tidak bagus,” sebut Richard, kepada wartawan, Kamis (18/3).

Dijelaskan, ada beberapa musisi di Indonesia yang menciptakan lagu yang liriknya kasar. Seperti Iwan Fals lagunya “Lonteku”, Titiek Puspa dengan judul lagunya “Kupu-kupu malam”. Tetapi, lagu ini, mengandung unsur edukasi, sehingga dapat diterima masyarakat.

“Katakanlah begini, ada lagi yang bilang lonteku dan kupu-kupu malam. Namun substansinya bukan merendahkan kaum perempuan, melainkan protes terhadap pemerintah. Tapi lagu dari Emola itu kan tidak, dia telah menyerang secara pribadi,” ungkapnya.

Politisi Golkar ini berharap, seluruh musisi, khususnya asal Kota Ambon, tidak membuat karya yang dapat menjadi bomerang untuk diri sendiri. Dan harus menciptakan sesuatu yang bisa mengedukasi masyarakat.

“Selaku pemegang kekuasaan tertinggi di Pemerintah Kota Ambon, saya meminta agar jangan lagi ada karya musik yang menyerang kultur secara pribadi. Karya itu harus mampu mengedukasi, itu penting untuk diperhatikan,” pesannya. (IAN)

Comment