by

Laha Pantau Titik Rawan Banjir

Masuk musim penghujan, Pemerintah Desa (Pemdes) Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon terus memantau sejumlah titik Yang dianggap rawan banjir.

Sebagai langkah awal, Pemdes Laha telah melakukan rapat kordinasi dengan seluruh perangkat RT/RW yang ada. Rapat ini guna membahas upaya penanganan yang akan dilakukan jika terjadi bencana banjir.

“Tadi (kemarin) kami sudah lakukan rapat kordinasi dengan RT/RW setempat. Rapat ini untuk membahas berbagai upaya pencegahan bencana alam di musim penghujan ini,” terang Sekretaris Desa Laha, Fahmi Mewar saat dihubungi koran ini, Jumat (21/5).

Dikatakan, beberapa titik menjadi fokus pemdes karena sudah menjadi daerah langganan banjir. Meski demikian, banjir yang terjadi sebelumnya itu tidak pernah memakan korban atau pun menyebabkan kerusakan.

“RT 04, RW 01, RT 03, RW 05 Dusun Air Sakula Negeri Laha. Dua titik itu sementara dalam komunikasi dengan RT RW untuk memantau kondisi. Setiap tahun banjir yang terjadi tidak terlalu tinggi. Jadi tidak ada korban jiwa atau pun kerusakan parah,” tuturnya.

Menurutnya, upaya penanganan yang akan dilakukan pemdes yaitu membuat saluran air di sejumlah titik rawan. Juga mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 15 juta untuk
tangani bencana seperti banjir dan tanah longsor. Anggaran ini ada setiap tahun, yang dimasukan dalam anggaran keadaan darurat desa.

“Kami ada anggaran keadaan darurat untuk bencana alam dan bencana non alam. Itu jumlah yang kami angkat untuk tahun ini sebesar 15 juta,” ucapnya.

Mewar berharap, musim penghujan kali ini tidak sampai menyebabkan banjir yang besar. Untuk itu, warga juga dihimbau agar senantiasa waspada selama musim penghujan ini.

“Semoga saja Tuhan selalu melindungi kita, agar di musim penghujan ini tidak sampai terjadi banjir yang parah. Saya memberikan himbauan kepada warga agar selalu waspada dan menjaga kesehatan di musim penghujan ini,” tutupnya. (BKA-1)

Comment