by

Lahakaba Butuh SMA

Masih banyak wilayah di Provinsi Maluku yang tertinggal di bidang pendidikan. Misalnya di Negeri Lahakaba, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah.

Anggota DPRD Provinsi Maluku, Maureen Vivian Haumahu, mengungkapkan, sejumlah siswa SMA di Negeri Lahakaba harus berjalan kaki sejauh 8 kilometer untuk sampai ke sekolah.

Bukan saja siswa-siswa yang ada di Negeri Lahakaba, tapi ada empat negeri yang bertetangga. Namun disana tidak ada SMA.

“Dalam reses sidang II saya ke Lahakaba, disana ada empat negeri, yakni, Lahakaba, Lahasrani dan Yamalatu. Mereka meminta untuk dibangun SMA,” ujar Haumahu, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika hal itu tidak direspon, maka akan ada banyak generasi penerus bangsa di empat negeri itu yang akan putus sekolah. Mengingat jarak tempuh yang harus mereka lalui setiap hari untuk sampai ke sekolah, yang terbilang sangat jauh.

“Kalau tidak diupayakan, ditakutkan setiap tahun ada siswa yang putus sekolah masal dari empat negeri disana,” ungkapnya.

Untuk itu, dia sudah membicarakan persoalan tersebut dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, untuk pembangunan sekolah di Lahakaba.

“Paling tidak langkah awal dilakukan, yaitu, sekolah persiapan, sambil menunggu lahan sebagai lokasi untuk pembangunan sekolah,” pungkasnya. (RHM)

Comment