by

Lalai, PT Jaratel Indo Dobo Terancam Dipolisikan

beritakotaambon.com – Patriot Balsala (18), salah satu siswa magang SMK Jeljakaka Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru meninggal dunia akibat tersengat listrik. Meninggalnya siswa magang ini, diduga akibat kelalaian petugas lapangan PT. Jargaria Telematika Indonesia (Jaratel Indo) Dobo, yang damping Patriot saat bekerja di lapangan.

Data yang diterima BeritaKota Ambon, siswa magang yang seharusnya berada di kantor untuk dibekali tentang administrasi sesuai basic komputer yang ditempuh dari sekolah asal, ini diduga tidak dijalankan pihak PT. Jaratel Indo.

Kelalaian ini diduga yang mengakibatkan PB tewas karena diperintahkan turun lapangan untuk mengatasi trouble pada instalasi jaringan milik perusahaan yang sudah terkena sengatan listrik.

“Ini kan konyol. Masa siswa magang yang seharusnya berada di kantor perusahaan, untuk dibekali sesuai basic komputer yang ditekuni, malahan harus dipaksakan turun lapangan untuk mengatasi konsleting kabel,” kesal salah satu keluarga korban, Isber Unawilka, kepada media ini.

Menurut dia, PT. Jaratel Indo harus bertanggung jawab penuh terhadap persoalan ini. Sebab, kelalaian pihak perusahaan mengakibatkan meninggalnya Patriot. “Apapun itu, saya mau bilang, pihak perusahaan harus bertanggung jawab penuh terhadap meninggalnya adik kami ini. Sebab ini akibat kelalaian mereka,” tandasnya

Baca juga: Angin Puting Beliung Hantam 15 Rumah Warga di KKT

Kata Isber, pihak keluarga sudah bersepakat bahwa selesai Patriot dimakamkan, kasusnya ini akan diproses secara hukum. Sehingga sebab akibat dugaan meninggalnya Patriot bisa terungkap. Bahkan petugas lapangan yang bersama-sama korban pada saat itu, harus siap bertanggung jawab terhadap kesalahan dan kelalaian yang telah mereka lakukan di depan hukum.

“Kami keluarga telah bersepakat akan memproses meninggalnya adik kami ini, sebab hingga kini tidak ada kejelasan apa-apa dari pihak perusahaan. Ini tidak manusiawi. Dan mereka harus bertanggung jawab di depan hukum,” kecamnya

Isber juga berharap, keluarga besar korban tetap tenang dan tidak berbuat hal-hal yang nanti merugikan keluarga sendiri. Sebab, kesepakatan yang telah dilakukan keluarga, adalah dengan menempuh jalur hukum setelah korban dimakamkan.

“Saya harap seluruh keluarga tetap tenang ya. Mari kita hargai adik, kakak, anak, dan cucu yang sudah pergi meninggalkan kita. Kesepakatan yang telah kita sepakati bersama wajib kita lakukan. Jadi mari kita tenang ya, karena jalur hukum akan kita tempuh,” pesannya

Diketahui, hingga berita ini naik cetak, pimpinan maupun staf PT. Jaratel Indo belum terlihat melakukan pendekatan dengan keluarga besar korban. (WAL)

Comment