by

LAN RI Sosialisasi Laboratorium Inovasi Di KKT

Ambon, BKA- Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) menggelar sosialisasi laboratorium inovasi, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Selasa (28/4).


Sosialisasi yang digelar di Gedung Kesenian KKT tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Kajian LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo. Hal itu sebagai tindak lanjut kesepatan yang ditandatangani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar dengan LAN RI, di Jakarta, 29 Maret 2021 lalu.

Bupati KKT, Petrus Fatlolon, dalam sambutannya yang dibacakan Pjs Sekda KKT, Ruben B. Moriolkossu, mengatakan, KKT merupakan salah satu dari empat daerah yang menjadi prioritas pelaksanaan laboratorium inovasi daerah oleh LAN RI tahun 2021.
Hal itu dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, pasal 386, bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah, dapat melakukan inovasi dari semua bentuk pembaharuan yang berpedoman kepada peningkatan efisiensi dan perbaikan efektivitas, maupun perbaikan kualitas pelayanan, melalui laboratorium inovasi daerah yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat melalui LAN RI untuk membangkitkan semangat kita masing-masing para inovator di daerah, bagi kemajuan bangsa dan negara, terutama di KKT,” ujarnya.

Kondisi seperti kepulauan Tanimbar memang memerlukan lebih banyak upaya dan dorongan, untuk keluar dari ketertinggalannya. Inovasi daerah merupakan peluang yang harus bersama-sama ditangkap dan respon, untuk menciptakan metode kerja yang inovatif dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah serta mitra kerja.

Tidak selamanya perubahan untuk keluar dari ketertinggal, katanya, dapat dilakukan melalui ide yang baru. Tapi hal itu juga dapat dilakukan melalui perubahan pola pikir, dengan belajar pada daerah-daerah yang sukses mengatasi tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Walau demikian, Fatlolon mengajak semua elemen pelayan publik untuk menciptakan inovasi baru, untuk mengejar berbagai ketertinggalan yang dialami oleh KKT.

Inovasi yang dibuat tidak perlu rumit. Sederhana, namun memiliki dampak yang esensial bagi penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik di Kepulauan Tanimbar.

“Inovasi-inovasi yang pro rakyat demi pencapaian tujuan RPJMD 2017-2022, yakni, terwujudnya masyarakat kepulauan Tanimbar yang cerdas, sehat, berwibawa dan mandiri. Kunci kemajuan suatu daerah adalah berinovasi dan menciptakan kreativitas, sehingga kinerja pemerintah dapat terukur” ungkapnya.

“Saya yakin, bahwa inovator-inovator di daerah ini lebih dari mampu untuk menghasilkan kegiatan-kegiatan inovasi bagi kemakmuran daerah ini. Maka hanya memerlukan metode yang tepat untuk dapat mentransfer insiatif atau ide-ide tersebut menjadi produk kebijakan daerah, sebagai dasar pelaksanaannya sebagaimana metode dalam tahapan-tahapan laboratorium inovasi daerah,” pungkas Fatlolon.(BTA)

Comment