by

Langgar Prokes, Pegawai Distan MBD Ditindak

Ambon, BKA- Antisipasi penyebaran virus Corona yang masih menghantui masyarakat, menjadi prioritas pemerintah hingga saat ini. Naasnya, di tengah gencarnya pencegahan lewat protokol kesehatan (Prokes) yang diwajibkan pemerintah, justru dialnggar Aparatur Sipil Negara.

Ini terlihat jelas saat Operasi Yustisi dilakukan Penegak Hukum (Gakum) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), yang berlangsung di Pasar Rakyat Tiakur, Senin (08/03).

Dimana, salah satu pegawai yang diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten MBD, ditertibkan karna melanggar Protokol kesehatan (Prokes). Pegawai tersebut bahkan sempat menolak sanksi yang diberikan Gakum Satgas Covid-19 sesuai keputusan Bupati MBD.

KBO Lantas Polres MBD, Ipda Petra Tuasuun yang turut memimpin operasi Yustisi mengatakan, saat kegiatan tersebut, pihaknya memberikan sangsi kepada seluruh elemen masyarakat yang melanggar prokes tanpa terkecuali ASN.

Naasnya, kata Tuasuun, ketika oknum pegawai Dinas Pertanian diberikan karena berkendara tidak menggunakan masker, justru menolak sanksi hingga terjadi adu mulut. Padahal ASN merupakan salah satu elemen yang menjadi cerminan masyarakat. Apalagi saat bertugas mengenakan atribut lengkap ASN.

Selanjutnya, sebut Tuasuun, oknum ASN tersebut bersedia menjalankan sangsi sosial yakni mengenakan rompi yang bertuliskan pelanggar prokes dan pembersihan lingkungan sekitar. Namun sikap penolakan oknum tersebut sangat disayangkan.

Ia berharap, upaya pemutusan mata rantai Covid-19 kedepan tidak hanya menjadi prioritas pemerintah. Tetapi dapat ditunjang oleh kesadaran masyarakat, termasuk ASN yang merupakan bagian langsung dari pemerintah.

“Dalam operasi yustisi yang berlangsung saat ini, kami menindak kurang lebih 10 pelanggar. Dan berdasarkan jumlah pelanggar prokes yang ditangani oleh Gakum Satgas covid-19 MBD terjadi penurunan. Karena itu diharapkan masyarakat semakin sadar, akan pentingnya penerapan prokes dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (GEM)

Comment