by

Lapas Ambon Fasilitasi Perpustakaan Bagi WBP

AMBON-BKA, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kini menyediakan ruang perpustakaan, untuk mendorong minat baca Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada.

Penyediaan perpustakan ini, merupakan bukti nyata pelaksanaan undang-undang nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan pasal 14 ayat 1, bahwa WBP berhak mendapatkan bahan bacaan dan mengikuti siaran media massa lainnya yang tidak dilarang.

Lewat rilisnya kepada Koran ini, Kamis (22/7), Kalapas Ambon, Saiful Sahri menyebutkan, saat ini Lapas Ambon telah memiliki fasilitas ruang perpustakan pada ruang aula Lapas. “ Dengan mengoptimalisasi fungsi bangunan dan penataan ruangan, kini kami telah memiliki satu ruangan yang digunakan untuk fasilitas perpustakaan,” tukas Saiful.

Mantan Kalapas Piru ini berharap, perpustakaan itu dapat menjadi tonggak sumber informasi bagi warga binaan. Sehingga bisa menjadikan mereka penuh dengan informasi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Warga binaan disini memang dibatasi ruang geraknya. Namun, dengan hadirnya perpustakaan ini, kami harap dapat mengakomodir hak mereka untuk tetap belajar dan berkarya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Meky menjelaskan, fasilitas perpustakaan akan dibuka setiap hari selama jam kerja kantor. Dan telah ditempatkan 2 orang warga binaan tamping yang bertugas pada area perpustakaan, yang diputuskan melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Fasilitas layanan perpustakaan akan diawasi langsung oleh jajaran seksi pembinaan.

“Semoga dengan tersedianya fasilitas perpustakaan mampu meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian dan kemampuan intelektual melalui minat baca. Agar dapat menjadi bekal ketika WBP telah selesai menjalani masa pidananya,” pintanya.

Sekedar tahu, sebelumnya Lapas Ambon memiliki ruangan perpustakaan. Namun telah diahlihkan sebagai dapur Lapas, karena alih fungsi tanah dan bangunan untuk pembangunan Lapas Perempuan. (UPE)

Comment