by

Lapas Namlea Razia Barang Terlarang

Ambon, BKA- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke 57 tahun 2021 di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan, Lapas Kelas III Namlea, Kabupaten Buru mengadakan razia barang bawaan narapidana di dalam sel.

Razia tersebut dilakukan petugas Lapas Namlea bersama tim gabungan TNI dan Polri. Razia dimaksud untuk memastikan keamanan dan ketertiban warga binaan atas barang bawaan di dalam tahanan.

Lapas yang berada di Desa Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Maluku itu dirazia pada Sabtu (10/4). Semua kamar sel warga binaan diperiksa tanpa terkecuali.

Pantauan BeritaKota Ambon, razia itu dimulai pukul 09.30 hingga pukul 10.35 Wit. Dalam razia tersebut ada empat tim gabungan yang diterjunkan di setiap blok sel yang ada di Lapas Kelas III Namlea.

Kepala Lapas Kelas III Namlea, Ilham, mengungkapkan, razia iti dalam rangka Hut HBP ke 57 tahun 202, yang jatuh pada tanggal 27 April mendatang. Dimana razia dilakukan juga sebagai langkah tranparansi Lapas terhadap masyarakat.

Tutur dia, tim gabungan tersebut dari Polres Pulau Buru dan Komando Distrik Militer (Kodim) 1506 Namlea, yang terdiri masing-masing empat orang personil. Karena di Lapas tersebut ada empat blok, yakni blok Celebes, Borneo, Andalas dan Djava yang dihuni perempuan.

“Razia pengeledahan ini dalam rangka tranparansi kepada masyarakat, bahwa kita sekarang ini benar-benar tidak boleh lagi ada barang-barang terlarang yang masuk dalam Lapas,. Seperti narkoba, handphone dan sejenisnya barang-barang yang terlarang,” ungkap Ilham.

Menurut dia, sebenarnya kapasitas Lapas Kelas III Namlea menampung hanya 75 orang. Namun saat ini, amun sudah 93 orang warga binaan.

“Ada 93 orang, pada umumnya itu kasus asusila yang masih banyak di dalam, ada korupsi sekitar 12 orang, ada narkoba 5 orang itu semua pemakai,” bebernya.

Dia menjelaskan, dalam penggeledahan yang dilakukan tim gabungan itu, tidak ada ditemukan narkoba dan sejenisnya. Selain itu, di Lapas Kelas III Namlea tidak ada warga binaan yang terindikasi memakai narkoba di dalam Lapas.

“Alhamdulillah selama ini belum ada yang terdeteksi. Tapi memang saya sudah kerjasama dengan aparat penegak hukum yang lain. Seperti Polres, Kodim dan BNN. Dalam surat itu tertera bahwa kalau ada indikasi mari kita sama-sama memberantas narkoba itu,” tandas dia.

Sementara barang yang terlarang ditemukan di blok-blok warga binaan, sambung dia, masih terbilang cukup aman.

“Yang saya lihat tadi itu seperti besi-besi, ada cukur-cukur rambut, ada silet, ada kaca itu biasa sudah dan syukur alhamdulilah tidak ada yang dapat narkoba. Mudah-mudahan selanjutnya tidak ada,” harapnya.

Ilham menambahkan, razia itu bukan saja di momentum-momentum Kemenkumham atau kemasyarakatan dan hari-hari besar dilaksanakan, tetapi hampir setiap hari dilakukan razia.

“Bukan hari ulang tahun saja saya adakan pengeledahan. Tapi memang setiap bulan saya harus laksanakan pengeledahan dan kadang-kadang setiap hari juga saya adakan razia sendiri-sendiri, dengan anggota tanpa ada jadwal,” tuturnya.

“Jadi ini sudah rutin dilakukan, dalam hal itu juga komitmen kami saya sudah membuat loker, jadi setiap pegawai atau anggota saya setiap masuk dalam blok itu tidak boleh membawa handphone,” lanjut dia. (MSR)

Comment