by

Lapas-Rutan Kembali Terima Inventaris dari Ditjenpas

beritakotaambon.com – Setelah beberapa waktu lalu menerima genset, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon kembali menerima inventaris dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), berupa empat lonceng, Senin (13/9).

Setelah diterima, selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha, Paulina Kiessya, dan Pengelola Barang Milik Negara Hendrik J. Lesnussa.

“Empat lonceng telah diterima, masing-masing dengan berat 10 kg dan didominasi bahan kuningan, yang telah tercatat sebagai barang inventaris Lapas Perempuan Ambon,” jelas Hendrik, lewat rilisnya kepada media ini, Selasa (14/9).

Senada disampaikan Kaur Tata Usaha, Paulina Kiessya. Menurutnya, lonceng diterima dalam keadaan baik. “Pengadaan lonceng menambah sarana dan prasarana penunjang keamanan dan ketertiban di Lapas. Kami akan segera lakukan pemasangan karena lonceng mempunyai peran yang cukup penting, seperti sebagai tanda siaga dan peringatan tanda bahaya,” terangnya.

Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Ambon, Ellen M. Risakotta, mengucapkan terima kasih kepada Ditjenpas atas pengadaan empat lonceng tersebut. “Puji syukur, baru saja kami menerima satu genset di awal bulan September, kini kami kembali mendapat bantuan pengadaan empat lonceng yang sangat dibutuhkan sebagai penunjang dalam pelaksanaan tugas,” ucap Ellen.

Inventaris berupa empat lonceng, juga diterima Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, Senin (13/9). Bantuan dari Ditjenpas ini akan ditempatkan di setiap pos-pos di Rutan, diantaranya pos kepala regu pengamanan dan pos menara atas.

Baca juga: Irwil II Sidak UPT Pemasyarakatan di Ambon

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Jefry Persulessy, menjelaskan keberadaan lonceng sangat membantu pelaksanaan tugas pengamanan di mana segala aktivitas yang berkaitan dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau petugas yang berjaga pada pos atas selalu menggunakan lonceng sebagai salah satu tanda pemberitahuan atau isyarat dalam keadaan tertentu.

“Isyarat yang diberikan saat pemukulan lonceng akan kami sesuaikan dengan kondisi. Saat apel, pembagian jatah makan kepada WBP, tanda bahaya, atau pemberitahuan kepada petugas yang berjaga di pos atas akan berbeda,” ujar Jefry.

Ia berharap dengan adanya bantuan lonceng dapat membantu kinerja petugas sehingga meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di Rutan. “Komandan jaga harus selalu membunyikan lonceng kontrol setiap satu jam sekali, melakukan pengontrolan di setiap blok hunian WBP dan kesiapan petugas di pos jaga, serta memastikan kondisi lonceng dalam keadaan baik saat digunakan,” pesan Jefry.

Harapan senada disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Rutan Ambon, Fifi Firda. “Semoga dengan adanya bantuan lonceng dari Ditjenpas dapat membantu tugas dari teman-teman pengamanan serta sebagai alat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban,” harapnya.

Sementara itu, di Lapas Kelas III Saumlaki, inventaris berupa 180 alat tes urine diterima dari Ditjenpas melalui Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku, Senin (13/9). Bantuan tersebut akan dipergunakan untuk melakukan tes urine terhadap petugas dan WBP.

“Dengan adanya bantuan alat tes urine, kami siap berantas peredaran narkoba. Kami akan pastikan petugas dan WBP kami benar-benar bersih dari narkoba,” tegas Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Ridwan Rumalutur.

Sementara itu, Kalapas Saumlaki, David Lekatompessy, menyampaikan penerimaan alat tes urine sebagai upaya dan wujud nyata pemasyarakatan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika serta perwujudan Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju. “Sementara kami akan lakukan tes terhadap petugas dan WBP kasus narkoba dulu. Sisanya akan kami acak terhadap WBP yang lain mengingat alatnya hanya 180, sedangkan WBP kami 185,” jelasnya.

Di Lapas Kelas IIB Tual, paket CCTV diterima dari Ditjenpas untuk membantu anggota jaga melakukan pengontrolan pada blok hunian dan area Lapas Tual, Sabtu (11/9). Sejak Lapas Tual berdiri belum pernah ada sarana CCTV sehingga hal ini merupakan sebuah terobosan penting dalam menunjang optimalisasi tugas dan fungsi pengamanan serta pengawasan lingkungan Lapas dan WBP demi terciptanya keamanan dan ketertiban,” terang Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Muh. Alamsyah R.

Paket tersebut diserahkan ke bagian umum untuk selanjutnya didata dan diinvetarisir. CCTV direncankan akan dipasang pada 16 titik, yakni delapan unit CCTV dipasang pada area indoor dan delapan unit di area outdoor Lapas yang dinilai strategis dalam pemantauan.

Baca juga: Pizza Kini Hadir di Indomaret

“Kami sangat bersyukur dengan diterimanya CCTV untuk mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan petugas secara berkala terhadap situasi Lapas selain deteksi dini, razia, dan pengecekan secara langsung kondisi fisik blok hunian WBP,” ucap Pelaksana Harian Kalapas Tual, Hesta Van Harling. (UPE)

Comment