by

Latumeten: Saya Dukung Muldoko Sesuai KLB

Ambon, BKA- Satu persatu kader DPC Partai Demokrat Kota Ambon mulai terang-terangan mendukung Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatra Utara yang dipimpin Moeldoko, Jumat (5/3) pekan kemarin.

Alasannya, Demokrat merupakan partai dinasti sejak dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Saya dukung Muldoko sesuai KLB. Yang diinginkan adalah bagaimana perubahan di tubuh partai Demokrat. Dalam kampanye, kita bilang Demokrat partai terbuka, dan lain. Maka yang terbuka. Jadi lewat KLB bisa ada perubahan,” tandas salah satu kader DPC Demokrat Kota Ambon, Jusuf Latumeten, saat dihubungi wartawan, Senin (8/3).

Mantan anggota DPRD Kota Ambon fraksi Demokrat, periode 2009-2014 dan 2014-2019 ini mengaku, kisruh di internal Demokrat akan terjawab lewat KLB. Sebab, selama ini partai Demokrat merupakan partai dinasti. Yakni sebelumnya dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan kemudian menjadikan anaknya AHY sebagai Ketua Umum Demokrat.

“Persoalan internal sejak 2008, cuma ini kita menyampaikan sikap dan pikiran akhirnya lewat KLB, baru akan terjawab. Demokrat ini partai dinasti, artinya kalau bicara konsep bapa anak dan semua itu petinggi Demokrat, ini yang jadi persoalan sehingga KLB ini muncul,” beber Latumeten.

Selaku kader, kata dia, ingin ada perubahan pada partai berlambang Mercy itu. Supaya partai Demokrat dapat bersaing dengan partai lain. “Kalau seperti ini terus, kita tidak bisa bersaing dengan partai lain. Suara Demokrat semakin turun. Dengan itu elektabilitas apa yang harus dipertahankan ? itu persoalannya,” sebutnya.

Disinggung apakah Latumeten merupakan salah satu dari 11 kader DPD Demokrat Kota Ambon yang dipolisikan Ketua DPD Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina, Latumeten mengaku tidak hadir dalam KLB tersebut.

Hanya saja, lanjut dia, Ia tetap akan mendukung kepempimpinan Moeldoko lewat KLB di Deli Serdang itu. “Intinya kita tunggu keputusan KLB, atau Demokrat murni. Atau yang dimpimpin oleh AHY yang menang. Intinya siapapun dia, kita inginkan figure yang bisa merubah paradigm Demokrat. Sehingga dengan adanya kepempimnan Moeldoko lewat KLB, ini salah satu sosok yan gbisa merubah konteks politik yang ada selama ini,” tandasnya.

Disinggung terkait Fraksi Demokrat Kota Ambon, Latumeten menilai, sejumlah anggota DPRD Ambon dari Fraksi Demokrat hanya berusaha mencari aman, dan tidak berani bersuara karena takut di PAW.

“Sebenarnya posisi mereka ini (Aleg DPRD Fraksi Demokrat) mau cari aman. Tidak ada sikap politisi yang bisa disampaikan ke publik, karena takut di PAW. Tanya mereka pasti lari ke AHY, karena takut dipecat dan di PAW. Sehingga mereka tetap ada di posisi diam. Kalau misalnya KLB ini memang, mereka juga akan lari ke KLB. Persoalannya itu, tidak ada sikap politisi,” sebut dia.

Latumeten menambahkan, dirinya akan tetap komitmen agar ada perubahan pada partai Demokrat. “Artinya siapapun saja yang mampu merubah cara yang tidak elegan di Demokrat. Artinya kalau sekarang Moeldoko, mungkin saja Moeldoko bisa merubah itu,” tegasnya.

Terkait laporan polisi yang disampaikan DPD, Ia menilai, DPD Demokrat harusnya berkoordinasi atau memanggil pihak-pihak terkait yang mengikuti KLB di Deli Serdang. Sehingga ada penjelasan yang disampaikan terkait keinginan untuk mendukung KLB tersebut.

“Soal laporan polisi, mestinya dipangil dulu menanyakan konsep mereka (kader yang dilaporkan) apa, sehingga mau ikut KLB. Karena ini KLB Demokrat, bukan partai lain. Apa salahnya sebagai kader ada yang ikut,” tutup Latumeten.

Sekedar tahu, DPD Demokrat Maluku telah melaporkan 11 kadernya ke Polda Maluku, lantaran mengikuti KLB di Deli Serdang. Laporan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina yang didampingi tim kuasa hukumnya, Sabtu (6/3).

Belasan kader tersebut, dilaporkan dengan laporan dugaan berita bohong, pencemaran nama baik partai Demokrat, pemalsuan dokumen partai serta penipuan. Belasan kader ini dilapor karena telah mengikuti kongres yang dinilai ilegal tanpa sepengetahuan pengurus DPD Demokrat Maluku.

Elwen Roy Pattiasina, bahkan memastikan 11 kader tersebut telah dipecat dari partai. Dan DPD Demokrat Maluku menolak KLB tersebut. “Kami loyal setia, loyal kepada AHY sebagai ketua umum yang sah,” tegas Roy. (UPE)

Comment