by

Latupono : Sudah Waktunya Belajar Tatap Muka

beritakotaambon.com – Kondisi Ambon yang sudah memasuki zona kuning (rendah) penyebaran Covid-19, proses pembelajaran tatap muka dinilai sudah harus diaktifkan di sekolah. Dengan perketat protokol kesehatan (prokes) wajib masker, cuci tangan, pembagian jumlah siswa 50 persen maupun pengaturan sift belajar siswa.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Selasa (31/8). Menurutnya, sudah waktunya Kota Ambon diberlakukan belajar tatap muka. Sehingga buka saja menguntungkan siswa dari sisi pendidikan, melainkan perekonimian masyarakat akan kembali meningkat.

“Arahan Mendikbud, zona 1 sampai 3 sudah bisa tatap muka. Dan kalau arahan dari pusat ya, kita ikut saja. Tapi minimal Pemkot lewat Dinas Pendidikan menyiapkan fasilitas protokol kesehatan. Misalnya, wajib pakai masker, cuci tangan, kemudian jumlah siswa dibatasi 50 persen atau dibuat sif-sifan dan tidak boleh lebih dari 2 jam belajar misalnya. Itu yang harus disiapkan secara teknis pelaksanaan,” terang Latupono.

Sekretaris DPC Gerindra ini menilai, belajar tatap muka bagi anak didik sangat positif. Sebab, belajar dalam jaringan (daring) yang selama ini diterapkan tidak efektif. Bahkan turut berdampak terhadap ekonomi warga. Ketika belajar atap muka diaktifkan, justru akan menghidupkan ekonomi masyarakat.

“Selama ini belajar daring ini tidak efektif. Tugas anak dikerjakan kakak hingga orang tua. Maka tatap muka lebih efektif, itu dari sisi pendidikan. Kemudian sisi ekonomi, transportasi misalnya sopir angkot, tukang ojek, pedagang dan lainnya ikut bergerak dan saling menghidupkan satu sama lain. Intinya protokol kesehatan harus diperketat, agar tidak lagi muncul kluster baru,” jelasnya.

Disinggung soal kebijakan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy yang masih menunda pembelajaran tatap muka hingga dua bulan kedepan, anggota DPRD tiga periode ini mengaku, tidak mengerti maksud dari walikota. Pasalnya, kondisi Ambon sudah berada di zona kuning sejak pekan lalu.

Bahkan sesuai target pemerintah kota, sebagian besar siswa-siswi usia 12-18 tahun telah divaksin. Meski hal tersebut bukan menjadi syarat belajar tatap muka, sesuai apa yang disampaikan Mendikbud RI.

Baca juga: Penularan Covid-19 di Ambon Menurun

“Saya tidak mengerti pertimbangan pak wali seperti apa. Kita sudah di zona kuning, dan tinggal satu tahap kita di zona hijau. Dan arahan Mendikbud itu level 1 sampai 3 silahkan tatap muka. Begitu juga dengan pak gubernur. Saya tidak tau arahan pak wali seperti apa, mungkin ada hal khusus atau apa, tidak tahu,” herannya.

Dikatakan, sesuai pesan Mendikbud, vaksin tidak menjadi salah satu syarat untuk belajar tatap muka. Namun jika pemerintah kota targetkan seluruh siswa divaksin, maka Dinas Pendidikan Kota Ambon harus segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Agar melakukan vaksinasi ke seluruh siswa dengan sistim jemput bola. Sehingga proses pembelajaran tatap muka segera diaktifkan.

“Misalnya ada yang belum vaksin, yang silahkan divaksin sebagai upaya pencegahan. Tapi kalau pertimbangan lain saya tidak mengerti. Intinya belajar tatap muka itu positif dan dari pendidikan, kemudian ekonomi semua bergerak. Sudah waktunya belajar tatap muka,” pungkasnya. (UPE)

Baca juga: Disdikbud Persiapkan BTM, Kota Ambon Tergantung Satgas

Comment