by

Leinussa Tikam Korban Sebanyak 10 Kali

Terdakwa Jefry Safry Leinussa mengaku menikam korban Jhon sebanyak 10 kali, pada peristiwa pembunuhan yang terjadi di kawasan Air Mata Cina, RT 003/RW 002, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, 1 Januari 2021 lalu.

Hal itu disampaikan terdakwa saar sidang dengan agenda mendengar keterangan terdakwa, di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Senin (21/6).

Pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Lutfi Alzagladi, dibantu Jenny Tulak dan Feliks R. Wuisan selaku Hakim Anggota, terdakwa mengaku, tikaman pertama mengenai rusuk kiri, dada dan leher korban.

“Sebanyak 10 kali tusukan saya tusuk tubuh korban, yang mulia. Saat itu, langsung korban tak berdaya, lalu dilarikan ke rumah sakit, baru korban meninggal dunia,” ungkap terdakwa.

Terdakwa mengaku, sebenarnya tidak memiliki rencana menikam korban. Hanya karena dendam, saat terdakwa mengantar korban ke kamar kostnya untuk istirahat usai mengkonsumsi miras, tidak tahu mengapa, korban memukul terdakwa dengan benda tajam mengenai kepala.

“Waktu dia pukul itu, pasca saya antar dia pulang ke kamar kost. Saya tidak tahu, tiba-tiba korban pukul saya dengan benda tajam mengenai bagian belakang kepala. Saat itu, kepala saya langsung berdarah. Selanjutnya, karena kamar kost korban di atas, jadi saya turun ke bawah untuk membersihkan darah yang keluar dari luka saya,” beber terdakwa.

Setelah itu, terdakwa mengaku kembali ke kamar kost korban. Melihat teman korban memegang pisau, terdakwa lalu merampas pisau tersebut, kemudian menikam korban secara membabi buta.

“Waktu itu korban posisi berdiri. Saya lalu dorong korban terjatuh, lalu langsung menikam dia,” jelasnya.

Terhadap perbuatan tersebut, terdakwa mengaku, menyesal karena telah menghilangkan nyawa orang. ”Saya menyesal yang mulia. Saya mohon agar majelis hakim meringankan hukuman saya,” tandasnya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, sidang ditunda hingga 28 Juni 2021, dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Beatrik N. Temmar, dalam berkas dakwaannya, menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa tepatnya 1 Januari 2021, sekitar pukul 12.30 WIT, tepatnya di dalam kamar kosong dekat kamar kost milik korban di kawasan Air Mata Cina.

Awalnya, terdakwa bersama korban Jhon, saksi Frits dan saksi Topan, bersama-sama mengkonsumsi minuman keras.

Karena korban sudah mabuk, terdakwa bersama rekannya Frits membawa korban ke lantai II kamarnya untuk istirahat.

Saat sampai lantai II, korban tidak tahu mengapa memukul kepala terdakwa menggunakan benda tajam mengenai pelipis kiri, mengakibatkan kepala terdakwa terluka.

Selanjutnya, terdakwa menarik tubuh korban ke dalam kamar kosong dekat kamar kost korban, yang berada di lantai II. Kemudian terdakwa turun ke lantai I untuk membersihkan luka pada pelipisnya.

Karena tidak puas dengan tindakan korban, terdakwa kembali naik ke lantai II, lalu mengambil sebilah pisau yang berada di samping korban, kemudian menusuk tubuh korban mengenai rusuk kiri, leher dan dada korban secara beruntun, hingga korban tewas.

“Perbuatan terdakwa didakwa melanggar pasal 338 dan 351 ayat (3) KUHP,” jelas JPU dalam berkas dakwaannya.(SAD).

Comment